Jumat, 15 Mei 2026

Pegadaian Ajak Masyarakat dan UMKM Tumbuh Bersama melalui Ekosistem Emas

Penulis : Euis Rita Hartati
10 Apr 2023 | 23:38 WIB
BAGIKAN
Petugas memperlihatkan logam mulia di Galeri 24 Kantor Pegadaian di Jakarta, Senin (11/10/2021).  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas memperlihatkan logam mulia di Galeri 24 Kantor Pegadaian di Jakarta, Senin (11/10/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal


JAKARTA, investor.id - Ana Hermawan cukup merasa lega. Kebutuhan biaya pendidikan putra pertamanya yang kuliah di Jerman jika dihitung-hitung total mencapai  Rp1 miliar, bisa dipenuhinya, tanpa mengganggu pos anggaran lainnya. Hal ini taklain karena  dia telah mempersiapkan biaya pendidikan sang putra  berkat konsistensinya menabung emas dalam bentuk logam mulia.

“Kalau bayarnya langsung, tentu saya tidak akan sanggup. Saya menyiapkan jauh-jauh hari dengan menabung, dan  tabunngannya adalah dalam bentuk emas,” katanya kepada Investor Daily. Ana pun kerap berbagi pengalaman serta tips menabungnya tersebut di media sosial miliknya.

Yang penting, menurut dia, menabung emas itu harus konsisten. Dia mengambil contoh, untuk mendapatkan dana Rp 1 miliar, jika waktu yang dibutuhkan adalah 17 tahun atau 204 bulan, maka dengan asumsi harga emas tetap yakni Rp 1 juta per gram, artinya setiap bulan perlu menabung sekitar 5 gram emas.  Menabung emas juga menjadi pilihannya untuk tujuan keuangan lainnya seperti ibadah haji.

“Semakin menunda menabung, semakin besar tabungan yang harus disisihkan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Emas memang bisa menjadi  salah satu pilihan investasi. Emas dinilai tahan dengan inflasi dan dari berbagai tekanan ekonomi global, dan tahan terhadap resesi. Yang terpenting lagi, harga emas dari waktu ke waktu terus meninggi, terlebih ketika dolar terkontraksi dan inflasi meningkat.

Menurut pengamat ekonomi yang juga Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam kajiannya, saat ini investor menumpuk ke emas sebagai tempat berlindung yang aman, dengan prospek pertumbuhan ekonomi  Amerika Serikat (AS) yang melambat.
Ia mengatakan harga emas naik 9% untuk dua kuartal berturut-turut karena memori krisis perbankan AS bulan ini membuat safe haven tetap diminati, bahkan saat aset berisiko rebound dari posisi terendah baru-baru ini.

Potensi Bisnis

PT Pegadaian menjadikan emas sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis. Ini terbukti dari tahun ke tahun gadai emas pun menunjukkan peningkatan. Bahkan kini Pegadaian tak hanya sebagai tempat penitipan emas perhiasan dan batangan saja bagi masyarakat atau perusahaan yang menginginkan dana cepat, tapi juga  membuka tabungan emas. Tabungan emas Pegadaian meliputi tabungan  uang kemudian dikonversi menjadi tabungan emas. Kedua nasabah membeli emas batangan dengan cara dicicil yang dibayarkan setiap bulan dalam bentuk tabungan emas.

Menurut Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Teguh Wahyono tabungan emas ini juga bisa untuk transaksi kebutuhan lainnya, seperti berbelanja, tarik tunai, dan kebutuhan mendesak lainnya.  Selain ittu, Tabungan  emas Pegadaian juga bisa digunakan untuk transaksi produk pegadaian lainnya, misalnya Arrum Haji.

“Pegadaian dengan program tabungan emas ini ke depannya dijadikan ekosistem bisnis berbasis emas yang bisa ditransaksikan untuk kebutuhan apapun melalui digital. Karena bagaimanapun  inti dari bisnis adalah kecepatan dan kemudahan,” kata Teguh beberapa waktu lalu.

Sinergi

Keseriusan Pegadaian untuk membangun sinergi bisnis ekosistem emas di Indonesia  dibuktikan dengan kerja sama pihak ketiga, seperti yang dilakukan dengan Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI).  Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU), yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan dan Ketua APPI sekaligus President Direktur PT Untung Bersama Sejahtera Eddy Susanto Yahya, dan disaksikan oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah beserta para anggota APPI di Surabaya.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengakui  bahwa di era disrupsi saat ini tidak ada perusahaan yang bisa hidup sendiri. Eksistensi perusahaan yang tahun ini menginjak usia ke-122 ini juga harus bermanfaat bagi masyarakat, pelaku usaha ultra mikro dan UMKM untuk terus tumbuh dan berkembang dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

Sementara Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah mengatakan, kerjasama ini dilakukan untuk mendukung perkembangan bisnis Pegadaian yang semakin dinamis dan kompetitif. Oleh karena itu, sinergi menjadi salah satu strategi untuk mampu bertahan dan bersaing dalam industri jasa keuangan.

“Di era disrupsi seperti saat ini, perusahaan yang mampu bertahan adalah perusahaan yang mau bersinergi dengan perusahaan lain, diantaranya sinergi dalam hal data dan pengembangan jaringan. Kerjasama dengan APPI merupakan langkah yang tepat bagi Pegadaian untuk mewujudkan ekosistem emas dan juga dalam mengembangkan bullion services,” jelas Elvi, dikutip dari siaran pers, Senin (27/2/2023).

Ketua APPI Eddy Susanto Yahya menyatakan  siap mendukung Pegadaian untuk membentuk bullion services yang pertama di Indonesia. “Dengan adanya bullion diharapkan dapat membantu industri perhiasan emas di Indonesia, mendorong terjadinya hilirisasi ekspor emas, hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk menghentikan ekspor bahan mentah emas [granula] sehingga Indonesia hanya akan melakukan ekspor emas berupa produk jadi perhiasan yang memiliki value added yang lebih tinggi dibandingkan granula seperti yang selama ini terjadi,” jelas Eddy.

Menurut dia, Indonesia memiliki faktor-faktor yang dibutuhkan untuk mendukung terciptanya bullion services di antaranya, Indonesia memiliki tambang terbesar dan merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia, toko emas yang sangat banyak, dan juga kegemaran masyarakat Indonesia dalam investasi emas juga menjadi salah satu opportunity yang mendukung terciptanya ekosistem emas di Indonesia

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 7 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 50 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia