OJK Beberkan Penanganan Pinjaman Macet di TaniFund, iGrow, dan Investree
Menurut Agusman, OJK telah meminta iGrow menerapkan rencana aksi penanganan pinjaman macet. Dalam realisasinya, perusahaan pun disebut tengah melakukan hal tersebut.
“Kami meminta secara khusus untuk mereka benar-benar mematuhi action plan yang sudah disiapkan. Dan kemudian secara khusus untuk produk agri financing agar di-stop dulu sampai kredit macet dapat diselesaikan,” tegas KE PVML OJK yang resmi menjabat pada awal Agustus lalu.
Agusman bilang, langkah-langkah pengawasan OJK terhadap iGrow tetap dilanjutkan. Apabila dari hasil pengawasan dan analisis ditemukan pelanggaran, OJK akan melakukan tindakan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sedangkan untuk Investree, perusahaan juga disebut memiliki rencana aksi dan telah diminta untuk melaksanakannya. Investree dalam pantauan OJK diketahui terus melakukan penagihan terhadap setiap portofolio yang tidak melakukan pembayaran melewati jatuh tempo.
“Ini kita monitor secara ketat dan ini akan kita tindak lanjuti, misalnya ada progres yang tidak sesuai dengan ketentuan, kita akan tindak lanjuti dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Agusman.
Mengacu data dalam laman Investree, TKB 90 total dicatatkan sebesar 95,96% atau sebesar 4,04% untuk TWP 90. Hingga Juli 2023, perusahaan membukukan total fasilitas pinjaman mencapai Rp 21,85 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan sebesar Rp 13,72 triliun.
Investree yang berbasis di Indonesia dan telah berekspansi ke Thailand dan Filipina. Salah satu pionir fintech p2p lending ini fokus menyalurkan pinjaman produktif untuk UKM. Hingga akhir 2022, perusahaan masih membukukan rugi komprehensif sebesar 74,39 miliar dan berharap mencetak laba pada tahun ini.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

