Minggu, 21 Juni 2026

OJK Beberkan Penanganan Pinjaman Macet di TaniFund, iGrow, dan Investree

Penulis : Prisma Ardianto
6 Sep 2023 | 09:17 WIB
BAGIKAN
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (B-Universe Photo)
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (B-Universe Photo)

Menurut Agusman, OJK telah meminta iGrow menerapkan rencana aksi penanganan pinjaman macet. Dalam realisasinya, perusahaan pun disebut tengah melakukan hal tersebut.

“Kami meminta secara khusus untuk mereka benar-benar mematuhi action plan yang sudah disiapkan. Dan kemudian secara khusus untuk produk agri financing agar di-stop dulu sampai kredit macet dapat diselesaikan,” tegas KE PVML OJK yang resmi menjabat pada awal Agustus lalu.

OJK Beberkan Penanganan Pinjaman Macet di TaniFund, iGrow, dan Investree
Sumber: statistik OJK, diolah

Agusman bilang, langkah-langkah pengawasan OJK terhadap iGrow tetap dilanjutkan. Apabila dari hasil pengawasan dan analisis ditemukan pelanggaran, OJK akan melakukan tindakan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Sedangkan untuk Investree, perusahaan juga disebut memiliki rencana aksi dan telah diminta untuk melaksanakannya. Investree dalam pantauan OJK diketahui terus melakukan penagihan terhadap setiap portofolio yang tidak melakukan pembayaran melewati jatuh tempo.

“Ini kita monitor secara ketat dan ini akan kita tindak lanjuti, misalnya ada progres yang tidak sesuai dengan ketentuan, kita akan tindak lanjuti dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Agusman.

Mengacu data dalam laman Investree, TKB 90 total dicatatkan sebesar 95,96% atau sebesar 4,04% untuk TWP 90. Hingga Juli 2023, perusahaan membukukan total fasilitas pinjaman mencapai Rp 21,85 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan sebesar Rp 13,72 triliun.

Investree yang berbasis di Indonesia dan telah berekspansi ke Thailand dan Filipina. Salah satu pionir fintech p2p lending ini fokus menyalurkan pinjaman produktif untuk UKM. Hingga akhir 2022, perusahaan masih membukukan rugi komprehensif sebesar 74,39 miliar dan berharap mencetak laba pada tahun ini.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia