Minggu, 21 Juni 2026

Pinjol Cuan Lima Kali Lipat, Menyalip Bank dan Leasing

Penulis : Prisma Ardianto
25 Sep 2023 | 08:05 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Foto ilustrasi. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara fintech p2p lending atau yang dikenal sebagai platform pinjaman online (pinjol) mencetak keuntungan yang signifikan sepanjang tahun ini. Hingga Juli 2023, laba bersih telah mencapai Rp 424,14 miliar.

Mengacu statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perolehan pada periode sama tahun sebelumnya yakni pada Juli 2022, platform pinjol masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 145,65 miliar. Artinya, pencapaian hingga Juli 2023 tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 391,21% atau melesat hampir lima kali lipat.

Perolehan tersebut dicatatkan oleh sebanyak 102 entitas pinjol legal yang terdaftar dan berizin OJK. Perolehan laba terbilang cukup signifikan mengingat fintech p2p lending hanya memilikki total aset mencapai Rp 7,06 triliun, dengan liabilitas Rp 3,66 dan ekuitas sebesar Rp 3,40 triliun.

ADVERTISEMENT

Dengan realisasi laba bersih itu, tingkat pengembalian atas aset atau return on asset (ROA) dari fintech p2p lending mencapai 6,01% pada Juli 2023. Berbalik positif dari periode sama tahun lalu di level -5,12%.

Pertumbuhan laba fintech p2p lending pun lebih cepat daripada bank umum maupun perusahaan pembiayaan (leasing/multifiance). Bank umum mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 298,57 triliun yang naik 24,43% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2023. Sementara laba multifinance naik 93% (yoy) menjadi Rp 12,62 triliun pada Juli 2023.

Ditegaskan dari indikator profitabilitas, dimana ROA dari fintech p2p lending sudah meyalip bank umum dan multifinance pada Juli 2023. Jika ROA industri multifinance sebesar 5,81% pada Juli 2023, ROA bank umum bahkan hanya tercatat 2,73% pada Juni 2023.

Pinjol Cuan Lima Kali Lipat, Menyalip Bank dan Leasing
Tren pinjaman fintech p2p lending. (Ilustrasi: Investor Daily/Prisma Ardianto)

Ditelisik lebih lanjut, kecepatan pertumbuhan laba fintech p2p lending tersebut dipengaruhi sejumlah hal. Salah satunya yaitu bisnis penyaluran pinjaman masih mampu tumbuh baik mesti bergerak melambat dalam beberapa waktu belakangan.

Outstanding pinjaman platform pinjol di Juli 2023 meningkat menjadi 22,41% (yoy) menjadi Rp 55,98 triliun. Di saat yang sama, industri perbankan mencatat kredit naik 8,54%, sementara pembiayaan multifinance naik 16,22%.

Pengaruh selanjutnya, kapasitas bisnis yang meningkat itu kemudian mendongkrak pendapatan operasional fintech p2p lending tumbuh 45,13% (yoy) menjadi Rp 6,70 triliun. Total pendapatan ini disokong dari tiga kantong yang berasal dari pengembalian atas pinjaman, pendapatan atas pemberian pinjaman, dan pendapatan atas denda. (lihat grafik)

Pinjol Cuan Lima Kali Lipat, Menyalip Bank dan Leasing
Sebaran kantong pendapatan fintech p2p lending. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Sedangkan dari sisi biaya-biaya (expenses), fintech p2p lending mencatat total beban operasional mencapai Rp 5,95 triliun atau tumbuh 26,57% (yoy) pada Juli 2023. Utamanya disokong empat pos biaya yaitu beban pemasaran dan periklanan Rp 2,07 triliun, beban ketenagakerjaan Rp 1,36 triliun, beban umum dan administrasi sebesar Rp 1,22 triliun, serta beban pengembangan dan pemeliharaan IT sebesar Rp 669,78 miliar.

Dari sebaran pendapatan dan biaya-biaya tersebut fintech p2p lending mencatat laba operasional sebesar Rp 754,97 miliar pada Juli 2023, berbalik dari tren rugi operasional pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 80,56 miliar. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bergerak surut ke arah lebih efisien dari 101,74% menjadi 88,73%.

Tapi Kulitas Lebih Buruk

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia