Minggu, 21 Juni 2026

Pinjol Cuan Lima Kali Lipat, Menyalip Bank dan Leasing

Penulis : Prisma Ardianto
25 Sep 2023 | 08:05 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Foto ilustrasi. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Meski lebih mentereng dari sisi perkembangan profitabilitas dan kecepatan memacu kapasitas bisnis, sayangnya kualitas pinjaman fintech p2p lending tercatat lebih buruk dibandingkan bank maupun multifinance. Hal tersebut dapat ditengok dari tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90).

Indikator TWP 90 pinjol per Juli 2023 cenderung meningkat menjadi sebesar 3,47%. Terdapat pinjaman mecet senilai Rp 1,94 triliun dari total outstanding pinjaman mencapai Rp 55,98 triliun.

Pinjol Cuan Lima Kali Lipat, Menyalip Bank dan Leasing
TWP 90 fintech p2p lending. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Mayoritas pinjaman macet berasal dari kategori peminjam perseorangan dengan nilai Rp 1,51 triliun oleh sebanyak 710 ribu entitas. Sementara sisa pinjaman macet senilai Rp 430,10 miliar dikontribusikan oleh 439 entitas badan usaha.

Dari rasio pinjaman mecet tersebut, maka bank dan multifinance punya kualitas yang lebih baik. Sektor perbankan mencatat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) per Juli 2023 secara gross sebesar 2,51% dan neto sebesar 0,80%. Adapun di multifinance, pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross tercatat di level 2,69% per Juli 2023.

ADVERTISEMENT

OJK dalam beberapa waktu belakangan memang punya fokus tersendiri terhadap entitas pinjol yang tercatat memiliki rasio pinjaman macet di atas 5%. OJK telah melayangkan surat pembinaan dan meminta action plan untuk entitas-entitas yang dimaksud memperbaiki kualitas portofolio pinjamannya.

Perkembangan dari pinjaman macet ini juga telah diakui pelaku industri fintech p2p lending menjadi salah satu fokus perbaikan ke depan. Ketua Klaster Produktif AFPI Reynold Wijaya sempat menyatakan bahwa saat ini agresifitas penyaluran bukan menjadi fokus utama pelaku usaha fintech p2p lending, melainkan menjaga dan memperbaiki kualitas pinjaman.

“Oleh karena itu, fokus saat ini tidak hanya pada target angka, namun perlu diimbangi dengan kualitas pendanaan yang baik, demi menjaga portofolio pendanaan tetap sehat,” ujar Reynold kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia