Pinjol Cuan Lima Kali Lipat, Menyalip Bank dan Leasing
Meski lebih mentereng dari sisi perkembangan profitabilitas dan kecepatan memacu kapasitas bisnis, sayangnya kualitas pinjaman fintech p2p lending tercatat lebih buruk dibandingkan bank maupun multifinance. Hal tersebut dapat ditengok dari tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90).
Indikator TWP 90 pinjol per Juli 2023 cenderung meningkat menjadi sebesar 3,47%. Terdapat pinjaman mecet senilai Rp 1,94 triliun dari total outstanding pinjaman mencapai Rp 55,98 triliun.
Mayoritas pinjaman macet berasal dari kategori peminjam perseorangan dengan nilai Rp 1,51 triliun oleh sebanyak 710 ribu entitas. Sementara sisa pinjaman macet senilai Rp 430,10 miliar dikontribusikan oleh 439 entitas badan usaha.
Dari rasio pinjaman mecet tersebut, maka bank dan multifinance punya kualitas yang lebih baik. Sektor perbankan mencatat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) per Juli 2023 secara gross sebesar 2,51% dan neto sebesar 0,80%. Adapun di multifinance, pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross tercatat di level 2,69% per Juli 2023.
Baca Juga:
Judi Online Dongkrak Kredit Macet PinjolOJK dalam beberapa waktu belakangan memang punya fokus tersendiri terhadap entitas pinjol yang tercatat memiliki rasio pinjaman macet di atas 5%. OJK telah melayangkan surat pembinaan dan meminta action plan untuk entitas-entitas yang dimaksud memperbaiki kualitas portofolio pinjamannya.
Perkembangan dari pinjaman macet ini juga telah diakui pelaku industri fintech p2p lending menjadi salah satu fokus perbaikan ke depan. Ketua Klaster Produktif AFPI Reynold Wijaya sempat menyatakan bahwa saat ini agresifitas penyaluran bukan menjadi fokus utama pelaku usaha fintech p2p lending, melainkan menjaga dan memperbaiki kualitas pinjaman.
“Oleh karena itu, fokus saat ini tidak hanya pada target angka, namun perlu diimbangi dengan kualitas pendanaan yang baik, demi menjaga portofolio pendanaan tetap sehat,” ujar Reynold kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






