Minggu, 21 Juni 2026

Kredit Macet Pinjaman Online Turun Signifikan

Penulis : Prisma Ardianto
22 Okt 2023 | 17:34 WIB
BAGIKAN
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech p2p lending atau pinjaman online (pinjol) legal yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (B-Universe Photo)
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech p2p lending atau pinjaman online (pinjol) legal yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – Kredit macet pinjaman online (pinjol) atau fintech p2p lending tercatat menurun signifikan pada Agustus 2023. Kredit atau pinjaman bermasalah tersebut direfleksikan dalam indikator keuangan bernama tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90).

Mengacu statistik OJK, rasio kredit macet pinjaman online atau TWP 90 sampai dengan Agustus 2023 tercatat di posisi 2,88%. Posisi itu bergerak turun 59 basis points (bps) dari posisi bulan Juli 2023 yang tercatat di level 3,47%.

Berdasarkan data yang sama, kredit atau pinjaman macet dari fintech p2p lending sebenarnya sudah merambat naik sejak awal tahun, dimana pada Januari 2023 berada di level 2,75%. Posisi itu bergerak fluktuatif namun ke arah peningkatan hingga mencapai puncaknya 3,47% pada Juli 2023.

ADVERTISEMENT

Jika ditelisik lebih lanjut, perbaikan kredit macet pada Agustus 2023 utamanya dikontribusikan dari segmen perseorangan. Jika per Juli 2023 nilai kredit macet pinjol dari segmen perseorangan mencapai Rp 1,51 triliun, maka per Agustus 2023 telah turun cukup dalam menjadi Rp 1,12 triliun.

Sementara itu, kontribusi kredit macet 90 hari dari pinjaman online dengan segmen peminjam badan usaha juga relatif menurun dari Rp 430,10 miliar menjadi Rp 410,62 miliar. Dengan demian, total kredit macet atau nilai TWP 90 hari dari fintech p2p lending pun tercatat menurun dari Rp 1,94 triliun pada Juli 2023 menjadi Rp 1,53 triliun per Agustus 2023.

Kredit Macet Pinjaman Online Turun Signifikan
Tingkat wanprestasi 90 hari fintech p2p lending. (Ilustrasi: Investor Daily)

Ditinjau dari profil segmen peminjam (borrower), baik laki-laki maupun perempuan masing-masing menunjukkan kualitas pinjaman yang semakin baik. Untuk laki-laki, kredit macet turun dari Rp 803,40 miliar menjadi Rp 599,30 miliar. Sedangkan perempuan juga membukukan perbaikan kualitas kredit macet dari Rp 710,02 miliar menjadi Rp 520,17.

Kualitas pinjaman juga membaik dari segala rentang usia. Para peminjam dengan rentang usia 19-34 tahun mencatatkan perbaikan kualitas pinjaman macet dari Rp 782,16 miliar menjadi Rp 602,69 miliar. Rentang usia 35-54 tahun memiliki pinjaman macet Rp 447,48, berkurang dari Rp 647,76 miliar. Begitu juga perbaikan yang dicatatkan oleh rentang usia kurang dari 19 tahun maupun lebih dari 54 tahun.

Asesnmen OJK

Dari pemantauan OJK, penurunan nilai kredit macet pinjaman online ini juga mempengaruhi jumlah penyelenggara yang memiliki TWP 90 lebih dari 5%. OJK mematok maksimal 5% dari kredit macet sebagai salah satu indikator kesehatan dari suatu fintech p2p lending.

“Per Agustus 2023, penyelenggara yang sedang memiliki TWP90 di atas 5% sebanyak 21 penyelenggara. Jumlah ini cenderung menurun dibandingkan dengan bulan bulan Juli 2023 yang mencapai 23 penyelenggara,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, belum lama ini.

Menurut dia, terdapat beberapa faktor terkait dengan perubahan TWP 90. Pertama, kemampuan platform memfasilitasi penyaluran dana sehingga dapat memengaruhi outstanding pendanaan dan besarnya pendanaan yang masuk dalam periode macet.

Kedua, kualitas credit scoring kepada calon penerima pinjaman. Ketiga, kualitas proses collection pinjaman yang sedang berjalan. Keempat, banyaknya kerja sama dengan ekosistem seperti penyediaan fasilitas asuransi kredit dan lainnya.

“OJK meminta penyelenggara p2p lending untuk dapat melakukan publikasi data kualitas pinjaman tersebut dalam rangka transparansi dan perlindungan konsumen. Para konsumen dan calon konsumen dapat memonitor langsung data kualitas pinjaman suatu platform p2p lending,” ujar Agusman.

Dia menambahkan, OJK terus melakukan monitoring terhadap perubahan kualitas pinjaman penyelenggara setiap bulan. OJK memberikan pembinaan dan meminta penyelenggara yang memiliki TWP 90 di atas 5% mengajukan action plan perbaikan pinjaman macet. “OJK terus memonitor pelaksanaan action plan tersebut dengan ketat. Jika kondisinya lebih buruk, OJK melakukan tindakan pengawasan lanjutan,” imbuh Agusman.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia