BFI Finance (BFIN) Cetak Laba Rp 1,6 Triliun
Di sisi risiko kredit, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) dapat ditekan hingga berada di level bruto 1,36% dan level neto 0,15% per 31 Desember 2023. Rasio NPF yang diraih BFI Finance ini juga masih jauh lebih rendah dibandingkan peer-nya yang rata-rata berada di level bruto 2,44%.
“Kami merespons tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh dan semakin adaptif di segala kondisi. Kami fokus pada target konsumen yang tepat, proses pembiayaan yang efektif dengan menyesuaikan kepada risk appetite dan policy perusahaan, serta posisi kapasitas penagihan (collection) yang seimbang,” terang Sudjono.
Berdasarkan piutang pembiayaan yang dikelola, bisnis BFI Finance masih didominasi oleh pembiayaan beragun kendaraan roda empat dan roda dua (62,7%), diikuti dengan pembiayaan alat berat dan mesin (14,9%), pembiayaan untuk pembelian unit kendaraan roda empat bekas dan baru (14,0%), pembiayaan beragun sertifikat properti (4,4%), serta pembiayaan berbasis syariah (4,0%).
Dalam hal pendanaan, selain pinjaman bank, BFI Finance juga memperoleh pendanaan dari pasar surat utang dalam bentuk Obligasi Rupiah. Selama tahun 2023, BFI Finance telah tiga kali menerbitkan obligasi baru yakni Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap III, IV, dan V Tahun 2023, dengan nilai perolehan seluruhnya mencapai Rp 3,8 triliun.
Emiten multifinance ini turut merambah sektor pembiayaan kendaraan roda dua berbasis energi listrik (electric vehicle/EV) dengan skala terbatas pada tahun 2023. Pembiayaan untuk pembelian kendaraan roda dua listrik ini mulai diluncurkan pada semester II-2023 dengan menggandeng lima merek kendaraan roda dua listrik lokal di wilayah Jabodetabek.
Sudjono mengatakan, untuk tahun 2024, BFI Finance akan fokus pada perluasan jaringan berbasis digital. Kebijakan ini akan berimplikasi pada tidak adanya pembukaan jaringan fisik kantor cabang di area baru.
Selain itu, terdapat pengembangan produk keuangan baru serta optimalisasi produk yang sudah berjalan saat ini. Sehingga diharapkan mampu mendukung target pertumbuhan bisnis BFIN seiring dengan upaya mengembangkan teknologi terkini guna mendukung pengembangan bisnis perusahaan berbasis teknologi secara end-to-end.
“BFI Finance telah mengambil langkah inovatif sejak tahun 2020 dengan menyempurnakan cara kerja dan model operasional kami. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis,” kata Sudjono.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





