BFI Finance (BFIN) Cetak Laba Rp 1,6 Triliun
JAKARTA, innvestor.id – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) atau BFI Finance mencetak laba bersih sebesar Rp 1,64 triliun pada tahun 2023. Laba perusahaan turun 9,01% dibandingkan perolehan tahun 2022 yang sebesar Rp 1,81 triliun.
“Dengan segala dinamika yang terjadi di tahun 2023, kami berkomitmen untuk tetap tumbuh secara sehat,” ujar Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono dalam keterangannya, Senin (26/2/2024).
Mengacu laporan keuangan perusahaan, sebenarnya BFI Finance mengantongi total pendapatan mencapai Rp 6,35 triliun pada akhir 2023, tumbuh 18,02% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan pendapatan dari piutang pembiayaan, pendapatan keuangan, dan syariah.
Namun demikian, total beban perseroan tercatat melonjak 37,64% (yoy) menjadi Rp 4,33 triliun pada 2023. Tiga pos yang mencatatkan penambahan beban utamanya yaitu menyangkut bunga dan keuangan; pencadangan untuk piutang pembiayaan; dan beban lain-lain.
Kendati laba menurun, BFI Finance membukukan imbal hasil rata-rata atas aset (RoAA) dan imbal hasil rata-rata atas ekuitas (RoAE) masing-masing menempati level 8,4% dan 17,7% per Desember 2023. Rasio tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri pembiayaan, yang masing-masing berada di level 5,6% dan 15,0%.
Sudjono menerangkan, pencapaian dari sisi keuangan ini tidak bisa lepas dari sejumlah kejadian penting yang mewarnai perjalanan BFI Finance pada tahun 2023. Catatan yang dimaksud diantaranya risiko ketidakpastian pasar keuangan global, tantangan perekonomian dalam negeri, serta sisi negatif era digital lewat ancaman serangan siber yang marak terjadi di tahun tersebut.
Aset baru yang dilaporkan oleh BFI Finance senilai Rp 24,0 triliun pada Desember 2023, atau naik 9,4% (yoy) dari tahun sebelumnya Rp 21,9 triliun. Besarnya kelolaan aset yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berkontribusi untuk bertumbuhnya total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) sebesar 7,4% dari Rp 20,5 triliun menjadi Rp 22,0 triliun.
Adapun nilai pembiayaan baru (new booking) tercatat sebesar Rp 19,1 triliun atau menurun 5% (yoy). Sudjono menjelaskan bahwa kontraksi ini dipengaruhi menghentikan sementara sistem operasionalnya guna peningkatan keamanan digital, segera setelah terdeteksi adanya serangan siber jelang akhir semester I-2023.
Merespons kondisi itu, perusahaan segera melakukan pemulihan (recovery) dan penyesuaian di berbagai lini. Oleh karena itu, pada kuartal IV-2023 seluruh proses recovery telah tuntas dan perusahaan kembali berfokus untuk peningkatan kinerja yang ditargetkan. Alhasil, BFI Finance kembali membukukan pertumbuhan pembiayaan baru yang meningkat 11,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/qoq).
Rencana 2024
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





