Minggu, 21 Juni 2026

Pluang Inspire Episode 11: Fenomena FOMO dalam Investasi dan Trading

Penulis : Yurike Metriani
29 Mar 2024 | 17:00 WIB
BAGIKAN
(Kiri-kanan):  Founder & CMO Sekolah Saham Indonesia Dennis SLL;  Anchor, CFP, CTA Aline Wiratmaja; dan Karyawan Swasta Prasetya di Pluang Inspire Episode 11. (Youtube/Pluang)
(Kiri-kanan): Founder & CMO Sekolah Saham Indonesia Dennis SLL; Anchor, CFP, CTA Aline Wiratmaja; dan Karyawan Swasta Prasetya di Pluang Inspire Episode 11. (Youtube/Pluang)

JAKARTA, investor.id - Selain menyajikan inspirasi untuk pengelolaan dana investasi dari perspektif 3 generasi yang berbeda, podcast yang dibesut oleh aplikasi investasi dan trading Pluang ini juga membahas mengenai fenomena FOMO dalam investasi dan trading di episode ke 11-nya.

Mewakili profil generasi muda yang berani mengambil resiko yakni Founder & CMO Sekolah Saham Indonesia Dennis SLL (25 tahun). Mewakili profil generasi usia 30-an yang lebih kalkulatif karena sudah berkeluarga yakni Prasetya yang berprofesi sebagai Karyawan Swasta (31 tahun). Sementara mewakili profil generasi usia 40-an ada Anchor, CFP, CTA dan  juga seorang ibu rumah tangga Aline Wiratmaja (40 tahun).

Menurut Dennis, fenomena FOMO pasti akan selalu ada didalam dunia investasi. Ketika harga naik, pasti akan ada saja yang beli karena ikut-ikutan. 

“Padahal mereka tidak sadar mereka menjadi seorang “cuci piring” dalam fenomena tersebut yang akhirnya membawa kerugian,’ kata Dennis. Istilahnya seseorang memutuskan untuk bertransaksi saham tertentu hanya karena FOMO dan tidak memiliki alasan maupun conviction terhadap aset yang dipilih. 

ADVERTISEMENT

“FOMO yang baik adalah yang membuat orang ingin tahu terhadap trend dan kondisi saat ini sehingga membuatnya belajar dan lebih melek terhadap investasi,” ujar Prasetya.

Sementara menurut Aline, FOMO yang buruk adalah yang hanya melihat fenomena tanpa belajar lebih lanjut. “Investasi yang hanya modal ikut-ikutan tanpa pengetahuan yang akhirnya rugi dan tidak balik lagi,” kata Aline.

Dennis SLL juga turut berbagi cara agar terhindar dari fenomena FOMO, yakni mempelajari lagi aset yang akan diinvestasikan atau trading lebih lanjut. “Anda (investor dan trader) juga harus memperkaya wawasan dengan ilmu serta merubah perspektif investasi/trading itu pasti akan membuat cepat kaya. Terakhir, tidak tergiur terhadap aset hanya karena trend harga yang naik sesaat.”

Selengkapnya saksikan Pluang Inspire 11 video di sini.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia