Minggu, 21 Juni 2026

Krisis Asuransi Kesehatan, Begini Dampaknya di Masa Depan

Penulis : Prisma Ardianto
29 Mei 2024 | 17:09 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi asuransi. (Foto: istimewa)
Ilustrasi asuransi. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Lonjakan klaim asuransi kesehaatan selama dua tahun belakangan ini menimbulkan keadaan genting nan suram untuk keberlangsungan layanan tersebut. Ini merupakan sebuah krisis, yang dampaknya bisa memukul perusahaan asuransi hingga masyarakat secara menyeluruh.

“Yang kita khawatirkan bersama adalah ketika biaya kesehatan, inflasi kesehatan naiknya terus tinggi, maka premi untuk asuransi kesehatan juga akan terus ikut naik,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon dalam konferensi pers, Rabu (29/5/2024).

Dia pun bilang, akan tiba saatnya perusahaan asuransi memutuskan untuk tidak lagi menyelenggarakan layanan asuransi kesehatan. Keputusan ini bertolak dari risiko yang semakin tinggi untuk dikelola, sementara daya beli masyarakat tidak cukup untuk membayar premi atas besarnya risiko yang ada itu.

ADVERTISEMENT

“Jadi (misal) kami enggak bisa mengelola risiko ini dan kami fokus pada pertanggungan yang lain saja, asuransi jiwa misalnya. Atau mungkin perusahaan asuransi masih bisa mengelolanya, tapi nasabahnya bilang, 'Waduh, kalau (premi) terus naik, kami yang enggak kuat',” beber Budi.

Dari kemungkinan ini, AAJI mendeteksi setidaknya ada dua skenario yang bisa lahir. Pertama, akan ada beberapa perusahaan asuransi yang keluar dari bisnis asuransi kesehatan. Skenario ini semakin terbuka mengingat situasi industri yang cukup menantang, mulai dari pengetatan regulasi, penambahan modal, hingga situasi hard market.

“Rasanya, ada mungkin satu-dua perusahaan asuransi, baik asuransi jiwa atau asuransi umum, memutuskan tidak lagi memberikan pertanggungan asuransi kesehatan. Atau, ada yang masih mau, tapi akan ada batasan (syarat dan ketentuan) yang sangat banyak,” urai Budi.

Dalam skenario pertama ini, praktis pilihan produk/layanan asuransi kesehatan kepada masyarakat akan berkurang. “Ini bukan suatu yang baik,” tegas dia.

Situasi Lebih Suram

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia