Krisis Asuransi Kesehatan, Begini Dampaknya di Masa Depan
Skenario pertama tersebut akan melahirkan skenario kedua, yaitu premi asuransi kesehatan yang akan naik. Imbasnya, semakin banyak masyarakat yang merasa tidak mampu untuk membeli produk asuransi kesehatan.
Pada gilirannya, masyarakat hanya akan mengandalkan perlindungan finansial atas risiko kesehatan kepada BPJS Kesehatan. Jika hal ini terjadi, celah risiko lain akan muncul karena semua pihak hanya bertumpu pada BPJS Kesehatan, yaitu potensi dana jaminan sosial (DJS) bisa kembali ke posisi defisit.
“Barangkali itu bukan suatu yang baik bagi Indonesia. Karena takutnya (BPJS Kesehatan) tertekan lagi, defisit lagi, dan sebagainya,” ungkap Budi.
Seperti yang diberikan sebelumnya, klaim asuransi kesehatan terus meningkat secara signifikan dalam dua tahun belakangan. Bahkan, asuransi kesehatan disebut telah menembus rasio klaim di atas 100%. Beberapa perusahaan asuransi komersial juga diketahui memilih mundur dari layanan ini.
Di sektor perusahaan asuransi jiwa sendiri, AAJI mencatat klaim asuransi kesehatan pada kuartal I-2024 melonjak sampai 29,6% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 5,96 triliun. Meskipun tren lonjakan klaim itu lebih rendah dari kuartal I-2023 yang tercatat sebesar 38,6%.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






