Krisis Asuransi Kesehatan, Begini Dampaknya di Masa Depan
JAKARTA, investor.id – Lonjakan klaim asuransi kesehaatan selama dua tahun belakangan ini menimbulkan keadaan genting nan suram untuk keberlangsungan layanan tersebut. Ini merupakan sebuah krisis, yang dampaknya bisa memukul perusahaan asuransi hingga masyarakat secara menyeluruh.
“Yang kita khawatirkan bersama adalah ketika biaya kesehatan, inflasi kesehatan naiknya terus tinggi, maka premi untuk asuransi kesehatan juga akan terus ikut naik,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon dalam konferensi pers, Rabu (29/5/2024).
Baca Juga:
OJK Masih Kaji Formula Asuransi WajibDia pun bilang, akan tiba saatnya perusahaan asuransi memutuskan untuk tidak lagi menyelenggarakan layanan asuransi kesehatan. Keputusan ini bertolak dari risiko yang semakin tinggi untuk dikelola, sementara daya beli masyarakat tidak cukup untuk membayar premi atas besarnya risiko yang ada itu.
“Jadi (misal) kami enggak bisa mengelola risiko ini dan kami fokus pada pertanggungan yang lain saja, asuransi jiwa misalnya. Atau mungkin perusahaan asuransi masih bisa mengelolanya, tapi nasabahnya bilang, 'Waduh, kalau (premi) terus naik, kami yang enggak kuat',” beber Budi.
Dari kemungkinan ini, AAJI mendeteksi setidaknya ada dua skenario yang bisa lahir. Pertama, akan ada beberapa perusahaan asuransi yang keluar dari bisnis asuransi kesehatan. Skenario ini semakin terbuka mengingat situasi industri yang cukup menantang, mulai dari pengetatan regulasi, penambahan modal, hingga situasi hard market.
“Rasanya, ada mungkin satu-dua perusahaan asuransi, baik asuransi jiwa atau asuransi umum, memutuskan tidak lagi memberikan pertanggungan asuransi kesehatan. Atau, ada yang masih mau, tapi akan ada batasan (syarat dan ketentuan) yang sangat banyak,” urai Budi.
Dalam skenario pertama ini, praktis pilihan produk/layanan asuransi kesehatan kepada masyarakat akan berkurang. “Ini bukan suatu yang baik,” tegas dia.
Situasi Lebih Suram
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






