Minggu, 21 Juni 2026

Asuransi Jiwa Kabur dari Reksa Dana, Dekati Nilai Rp 100 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
30 Mei 2024 | 20:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pilihan produk asuransi jiwa. (Foto: istimewa)
Ilustrasi pilihan produk asuransi jiwa. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Penempatan investasi reksa dana oleh industri asuransi jiwa terus menyusut dalam kurun dua tahun belakangan ini. Hal tersebut diakui Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebagai konsekuensi aturan terbaru tentang produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) alias unit link.

Mengacu data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), nilai investasi asuransi jiwa di instrumen reksa dana tersisa Rp 73,53 triliun pada kuartal I-2024. Nilai itu turun 24,5% secara tahunan (year on year/yoy).

Sebelumnya pada kuartal I-2023, penempatan investasi asuransi jiwa di reksa dana juga menurun sebesar 41,2% (yoy) menjadi Rp 97,36 triliun. Lantaran tepat setahun sebelumnya atau pada kuartal I-2022, penempatan pada reksa dana mencapai Rp 165,62 triliun.

ADVERTISEMENT

Artinya dalam kurun dua tahun ini, asuransi jiwa telah mengalihkan dana investasinya sekitar Rp 92,09 triliun dari instrumen reksa dana. Fenomena ini tidak terlepas dari kepatuhan industri asuransi jiwa terhadap aturan terbaru yang digulirkan OJK.

Aturan yang dimaksud adalah SEOJK 5/2022 tentang PAYDI yang dirilis OJK pada 14 Maret 2022. Dalam beleid ini, investasi unit link yang ditempatkan pada reksa dana hanya boleh dengan underlying seluruhnya berupa surat berharga negara (SBN) atau surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI).

Hal tersebut juga diterangkan oleh Kepala Departemen Insurtech AAJI, Hengky Djojosantoso dalam konferensi pers, baru-baru ini. Menurut dia, penurunan penempatan investasi asuransi jiwa di instrumen reksa dana memang dipengaruhi kebijakan OJK terhadap unit link.

“Tentunya penurunan ini disebabkan karena aturan baru pengelolaan untuk unit link, dimana memang diatur pengelolaan unit link di dalam reksa dana diperbolehkan untuk reksa dana yang full obligasi pemerintah. Diluar itu, harus dikelola dengan cara sendiri oleh perusahan asuransi,” kata Hengky.

Investasi SBN Makin Tambun

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 56 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia