Minggu, 21 Juni 2026

Industri Asuransi RI Tumbuh Lebih Lambat Dari Global, Begini Ramalan ke Depan

Penulis : Prisma Ardianto
21 Jun 2024 | 18:37 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Gedung Kantor Allianz. (Foto: Allianz)
Ilustrasi Gedung Kantor Allianz. (Foto: Allianz)

JAKARTA, investor.id – Pendapatan premi industri asuransi di Indonesia tumbuh lebih lambat dibandingkan industri asuransi global pada 2023 lalu. Namun demikian, industri asuransi tanah air diproyeksi akan menemui tren yang lebih seimbang dengan kecenderungan lebih baik dari tren global.

Hal tersebut diungkapkan Allianz, perusahaan jasa keuangan multinasional asal yang berkantor pusat di Munich, Jerman. Melalui publikasi terbarunya bertajuk “Global Insurance Report”, Allianz menganalisis tentang perkembangan industri asuransi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dibeberkan dalam publikasi tersebut bahwa industri global asuransi tumbuh dengan estimasi 7,5% pada tahun 2023. Ini adalah pertumbuhan tercepat semenjak tahun 2006, satu tahun sebelum Global Financial Crisis (GFC).

ADVERTISEMENT

Secara keseluruhan, Allianz melaporkan bahwa perusahaan asuransi di seluruh dunia menghasilkan EUR 6,2 triliun di asuransi jiwa (EUR 2.620 miliar), EUR 2.153 miliar di asuransi umum, dan EUR 1.427 miliar di premi asuransi kesehatan.

Adapun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pemasukan premi global meningkat pesat dengan jumlah yang sangat besar yaitu EUR 1,1 triliun atau naik 21,5%. Namun, perkembangan yang kuat perlu dilihat dengan latar belakang peningkatan inflasi yang tinggi, sehingga kondisinya menjadi kurang mengesankan. Refleksi tren sepanjang era pandemi ini menerangkan bahwa premi ril hampir stagnan dan hanya mengalami peningkatan sebesar 0,7% sejak 2020.

Berbeda dengan tahun 2022, di saat peningkatan premi global yang utamanya didorong oleh segmen asuransi umum, tahun 2023 menunjukkan pertumbuhan yang lebih berimbang. Ketiga segmen tersebut mencatatkan peningkatan yang hampir sama, di mana asuransi jiwa dengan jumlah peningkatan sebesar 8,4%, asuransi umum sebesar 7,0%, dan asuransi kesehatan sejumlah 6,6%.

Pemulihan segmen asuransi jiwa yang hanya tumbuh sebesar 3,1% pada tahun 2022 mendapatkan dorongan utama oleh Asia (tanpa Jepang) yang meningkat sebesar 16,2%. Asia kini menjadi pasar asuransi jiwa terbesar di dunia, melampaui Eropa Barat yang mengalami pertumbuhan pasar global dengan jumlah 30,0%.

Dalam lini asuransi umum, Amerika Utara (+7.1%) masih menjadi pasar terbesar (pangsa pasar global: 54,2%). Premi di Asia (tanpa Jepang) meningkat sebesar 6,6% pangsa pasar global di kawasan ini tetap sebesar 15,5%.

Indonesia dan Satu Dekade ke Depan

Di Indonesia, pasar asuransi mengalami pertumbuhan dengan kategori solid pada tahun 2023, meskipun tercatat hanya tumbuh sebesar 3,6% menjadi EUR 16,8 miliar. Angka pertumbuhan itu tentu lebih rendah dari asuransi global yang diestimasi sebesar 7,5%.

Peningkatan di Indonesia tersebut memperlihatkan perkembangan yang sangat berbeda dalam segmen asuransi jiwa dan asuransi umum. Secara rinci untuk asuransi jiwa, premi menurun untuk tahun kedua berturut-turut (-7,4% pada tahun 2023), sedangkan untuk asuransi umum, premi meningkat sebesar 24,2%, sebagian besar karena kenaikan harga. Secara keseluruhan, selama tiga tahun terakhir, pendapatan premi pada asuransi umum hampir dua kali lipat, menambah EUR 3 miliar dan mencapai EUR 6,6 miliar pada tahun 2023.

“Untuk dekade berikutnya, kami memperkirakan kembalinya pertumbuhan yang lebih seimbang, dengan total 8,0% per tahun,” demikian ungkap Allianz dalam publikasinya, dikutip pada Jumat (21/6/2024).

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz menerangkan, pihaknya melihat pertumbuhan di lini bisnis asuransi jiwa dan umum, terutama asuransi umum yang mencatat pencapaian dua digit pada 2023.

“Hal ini menunjukkan komitmen kami untuk menyediakan perlindungan yang komprehensif (A-Z), bukan hanya asuransi jiwa dan umum, tetapi juga asuransi kesehatan dan syariah bagi masyarakat di Indonesia. Tentunya ini sejalan dengan tujuan global kami untuk melindungi masa depan lebih banyak lagi masyarakat dan membantu mereka mencapai keamanan finansial,” terang Grenz.

Prakiraan pertumbuhan 8% untuk industri asuransi di Indonesia untuk satu dekade mendatang ini lebih tinggi dibandingkan median peningkatan untuk industri asuransi global. Selama dekade berikutnya, pasar asuransi global diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat tahunan sebesar 5,5%, yaitu dengan tingkat yang sama persis dengan GDP global.

Pada dekade sebelumnya, pertumbuhan asuransi tertinggal di belakang pertumbuhan ekonomi. Bobot dari tiga segmen akan bergeser.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 16 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia