Perbaiki Kualitas, Reasuransi Lakukan Pencadangan Besar-Besaran
JAKARTA, investor.id – Industri reasuransi masih dalam periode memperbaiki kualitas portofolio pada tahun 2024 ini. Perbaikan dimaksud salah satunya dengan melakukan pencadangan yang memadai.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik Trinita Situmeang mengungkapkan bahwa kinerja keuangan reasuransi belum sepenuhnya pulih. Posisi hasil underwriting masih dalam tren penyusutan, khususnya karena adanya pencadangan yang besar oleh pihak reasuransi.
“Jadi memang ada (kenaikan) yang besar di pencadangan, betul. Ada beberapa market loss yang besar, yang tentunya reasuransi umum itu jadi punya liabilitas yang besar juga. Ini ada transfer risiko dari perusahaan asuransi ke reasuransi,” ungkap Trinita dalam konferensi pers, baru-baru ini.
Kinerja industri asuransi memang masih belum pulih. Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba tahun berjalan reasuransi terkontraksi 31,54% year on year (yoy) menjadi Rp 287,43 miliar pada April 2024.
Faktor utamanya adalah hasil underwriting yang susut cukup dalam sejumlah 78,96% menjadi Rp 106,67 miliar. Seperti yang diungkapkan Trinita, beban pencadangan klaim jadi salah satu indikatornya, yaitu naik sampai dengan 51,55% (yoy) menjadi sebesar Rp 461,90 miliar.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam neraca liabilitas dari industri reasuransi yang mencatat cadangan klaim naik 10,62% (yoy) menjadi sebesar Rp 16,38 triliun pada April 2024.
Padahal, reasuransi telah membukukan katalis positif, di mana pendapatan premi naik 23,93% (yoy) menjadi Rp 10,48 triliun. Begitu juga klaim bruto yang berhasil di tahan melandai dengan pertumbuhan -0,76% menjadi Rp 3,45 triliun.
Trinita menjelaskan, hasil underwriting yang menjadi indikator utama dalam mengukur profitabilitas dari reasuransi punya banyak komponen pembagi. Kendati premi meningkat dan klaim dalam tren menurun, pos pencadangan dan biaya-biaya lainnya bisa jadi masih jadi beban yang bisa menekan kinerja keuangan.
Perbaikan Besar-Besaran
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





