Minggu, 21 Juni 2026

Perbaiki Kualitas, Reasuransi Lakukan Pencadangan Besar-Besaran

Penulis : Prisma Ardianto
23 Jun 2024 | 18:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi reasuransi. (Investor Daily/Prisma Ardianto)
Ilustrasi reasuransi. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Di sisi lain, Direktur Teknik dan Operasional Indonesia Re, Delil Khairat menyampaikan, saat ini industri reasuransi dalam negeri sebetulnya tidak terlalu fokus memacu sisi top line atau pendapatan premi. Ini telah dilakukan sejak 1 Januari 2023, di mana fokus industri adalah memperbaiki kualitas portofolio yang dimiliki.

“Jadi dampaknya masih akan berlanjut bahwa perusahaan asuransi tidak lagi terlalu fokus pada top line, tetapi pada kualitas bisnis,” ungkap Delil kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Dia menerangkan, langkah ini diambil atas kejadian pada tahun 2021 saat kinerja keuangan industri reasuransi secara keseluruhan ambruk. Beberapa yang memengaruhi adalah terlambatnya meresponshardening market, pandemi Covid-19, dan klaim asuransi kredit yang signifikan.

ADVERTISEMENT

Delil menerangkan, industri reasuransi cenderung terlambat merespons hardening market, mengingat siklus ini telah terjadi di pasar internasional mulai kuartal II-2018. Bahkan saat akan merespons, pandemi Covid-19 malah akan berlangsung. Praktis, industri baru mulai secara masif memperbaiki portofolionya sekitar lima tahun lamanya setelah hardening market di pasar internasional.

Hal ini dilakukan secara sekaligus setelah adanya kerugian besar yang alami industri reasuransi dalam negeri pada tahun 2021. Salah satunya diakibatkan oleh lonjakan klaim reasuransi kredit. Tiga faktor itu kemudian direspons perusahaan reasuransi dengan memperbaiki kontrak-kontrak yang ada.

“Setelah mengakhiri tahun 2021 dengan cukup buruk, maka bermula pada tahun 1 Januari 2023 adanya treaty renewal, industri reasuransi melakukan perbaikan term & condition yang cukup signifikan, sepertinya sudah membawa hasil sampai posisi April 2024 ini,” kata dia.

Di sisi lain, reasuransi memang sudah semestinya berbenah mengingat akan segera berlaku pencatatan akuntansi IFRS 17. Di sini, maka perusahaan asuransi dan reasuransi harus berfokus pada kecukupan premi dari setiap risiko yang mereka ambil, sehingga kualitas portofolio terjaga memadai sesuai dengan permodalan yang dimiliki.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia