Jumat, 15 Mei 2026

Ini Dampak Lanjutan Insiden Penembakan Trump ke Pasar Keuangan

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Jul 2024 | 21:08 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump diduga menjadi sasaran upaya pembunuhan saat berkampanye di Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024). (AP Photo/Gene J Puskar)
Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump diduga menjadi sasaran upaya pembunuhan saat berkampanye di Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024). (AP Photo/Gene J Puskar)

JAKARTA, investor.id – Insiden penembakan Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (13/7/2024) waktu setempat bisa membuat para investor waswas dan beralih ke instrumen safe-heaven.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyampaikan, penembakan terhadap Mantan Presiden AS sekaligus Calon Presiden AS selanjutnya, Donald Trump telah meningkatkan peluangnya untuk memenangkan pemilu AS yang akan datang.

Menurut dia, hal tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar. Lantaran pasar melihat kemungkinan kebijakan perdagangan yang restriktif dan pemotongan pajak yang diusulkan. Pendekatan Donald Trump itu dinilai dapat meningkatkan inflasi.

ADVERTISEMENT

Di saat sama, sentimen perubahan kepemimpinan di Inggris dan Prancis juga telah membuat investor lebih berhati-hati. Karena mereka menilai kembali potensi dampak dari kebijakan ekonomi baru di pasar keuangan, terutama pasar obligasi.

“Secara keseluruhan, sentimen risk-off meningkat, dan permintaan terhadap aset-aset safe-haven menguat, membatasi pelemahan US Dollar Index di tengah melemahnya data ekonomi Amerika Serikat,” pungkas Josua.

Menilik kondisi di dalam negeri, Josua menuturkan tingkat inflasi Indonesia cenderung terkendali karena peningkatan pasokan pangan setelah musim panen raya. Adapun surplus neraca perdagangan terus menyempit, sehingga mendorong berlanjutnya defisit neraca transaksi berjalan. Faktor-faktor ini berkontribusi pada stabilitas ekonomi.

Namun, risiko-risiko muncul dari meningkatnya ketidakpastian mengenai keberlanjutan fiskal, yang berasal dari perbedaan pendapat mengenai utang publik dan defisit fiskal. Oleh karena itu, Josua yakin Bank Indonesia (BI) semestinya cenderung mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25% dalam rapat dewan gubernur pada 16-17 Juli 2024 ini.

“Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya twin deficit, dengan melebarnya defisit neraca transaksi berjalan dan defisit fiskal. Isu-isu tersebut memicu sentimen risk-off, yang berpotensi membatasi aliran modal masuk dan mempengaruhi stabilitas rupiah,” terang Josua.

Adapun insiden percobaan pembunuhan Trump terjadi pada rapat umum Sabtu (13/7/2024), di mana satu peserta tewas dan dua lainnya terluka parah. Tersangka pria bersenjata, Thomas Matthew Crooks berusia 20 tahun ditembak mati beberapa saat setelah dia melepaskan tembakan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia