Ini Dampak Lanjutan Insiden Penembakan Trump ke Pasar Keuangan
JAKARTA, investor.id – Insiden penembakan Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (13/7/2024) waktu setempat bisa membuat para investor waswas dan beralih ke instrumen safe-heaven.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyampaikan, penembakan terhadap Mantan Presiden AS sekaligus Calon Presiden AS selanjutnya, Donald Trump telah meningkatkan peluangnya untuk memenangkan pemilu AS yang akan datang.
Menurut dia, hal tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar. Lantaran pasar melihat kemungkinan kebijakan perdagangan yang restriktif dan pemotongan pajak yang diusulkan. Pendekatan Donald Trump itu dinilai dapat meningkatkan inflasi.
Di saat sama, sentimen perubahan kepemimpinan di Inggris dan Prancis juga telah membuat investor lebih berhati-hati. Karena mereka menilai kembali potensi dampak dari kebijakan ekonomi baru di pasar keuangan, terutama pasar obligasi.
“Secara keseluruhan, sentimen risk-off meningkat, dan permintaan terhadap aset-aset safe-haven menguat, membatasi pelemahan US Dollar Index di tengah melemahnya data ekonomi Amerika Serikat,” pungkas Josua.
Menilik kondisi di dalam negeri, Josua menuturkan tingkat inflasi Indonesia cenderung terkendali karena peningkatan pasokan pangan setelah musim panen raya. Adapun surplus neraca perdagangan terus menyempit, sehingga mendorong berlanjutnya defisit neraca transaksi berjalan. Faktor-faktor ini berkontribusi pada stabilitas ekonomi.
Namun, risiko-risiko muncul dari meningkatnya ketidakpastian mengenai keberlanjutan fiskal, yang berasal dari perbedaan pendapat mengenai utang publik dan defisit fiskal. Oleh karena itu, Josua yakin Bank Indonesia (BI) semestinya cenderung mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25% dalam rapat dewan gubernur pada 16-17 Juli 2024 ini.
“Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya twin deficit, dengan melebarnya defisit neraca transaksi berjalan dan defisit fiskal. Isu-isu tersebut memicu sentimen risk-off, yang berpotensi membatasi aliran modal masuk dan mempengaruhi stabilitas rupiah,” terang Josua.
Adapun insiden percobaan pembunuhan Trump terjadi pada rapat umum Sabtu (13/7/2024), di mana satu peserta tewas dan dua lainnya terluka parah. Tersangka pria bersenjata, Thomas Matthew Crooks berusia 20 tahun ditembak mati beberapa saat setelah dia melepaskan tembakan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






