Kredit Mecet UMKM Menurun
JAKARTA, investor.id – Kualitas kredit sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bergerak menguat pada Juni 2024. Hal tersebut ditandai penurunan rasio kredit macet alias non performing loan (NPL) pada periode tersebut.
Berdasarkan data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) dari Bank Indonesia, NPL kredit UMKM berada di level 4,04% pada Juni 2024. Rasio kredit macet dari segmen tersebut turun setelah dua bulan sebelumnya terjadi peningkatan.
NPL kredit UMKM Juni 2024 tercatat menurun dibandingkan bukan sebelumnya atau pada Mei 2024 yang sebesar 4,27%. Sementara secara tahunan, angka kredit macet UMKM masih lebih tinggi dibandingkan Juni 2023 yang sebesar 3,69%.
Jika dirinci berdasarkan klasifikasi usaha, NPL kredit usaha mikro sebesar 3,16% per Juni 2024. Disusul NPL kredit usaha kecil yang sebesar 4,51% dan NPL kredit usaha menengah sebesar 5,11%.
Secara nominal, baki debet kredit UMKM dari perbankan pada Juni 2024 mencapai Rp 1.475,62 triliun. Angka ini hanya tumbuh 5,80% secara tahunan (year on year/yoy) atau naik sedikit 1,05% secara tahun berjalan (year to date/ytd) pada semester I-2024.
Pergerakan kredit UMKM tersebut masih didongkrak dari segmen mikro yang mencapai Rp 669,10 triliun atau tumbuh 7,69% (yoy). Kredit dari segmen kecil naik 4,46% (yoy) menjadi Rp 469,16 triliun. Serta kredit menengah naik 4,04% (yoy) menjadi Rp 337,36 triliun.
Sementara berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM ditopang kredit investasi (KI) yang naik 16,25% (yoy). Sedangkan kredit modal kerja (KMK) cuma naik 2,07% (yoy).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






