Jumat, 15 Mei 2026

Makin Terpuruk, Kredit UMKM Cuma Tumbuh 3% pada 2024

Penulis : Prisma Ardianto
27 Jan 2025 | 20:10 WIB
BAGIKAN
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memotret produk pada pelatihan foto dan video di Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (23/1/2025). (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memotret produk pada pelatihan foto dan video di Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (23/1/2025). (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

JAKARTA, investor.id – Kredit perbankan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun 2024 resmi mencatat rapor merah. Pertumbuhan kredit UMKM makin terpuruk dan menjadi yang terendah dalam 38 bulan.

Mengacu laporan data sementara Bank Indonesia (BI)yang dituangkan dalam Analisis Uang Beredar (M2), kredit UMKM memang masih tumbuh sedikit secara tahunan, tetapi volume nilainya mulai menyusut secara bulanan. Kredit UMKM hanya tumbuh 3,0% year on year (yoy) menjadi Rp 1.405,0 triliun pada Desember 2024, lebih rendah Rp 1.450,1 triliun pada bulan sebelumnya.

Tren kredit UMKM pada Desember adalah yang terburuk sepanjang tahun 2024, yang dicatat secara bulanan. Dalam 12 bulan, pertumbuhan kredit UMKM tertinggi dicatatkan pada Januari dan Februari 2024 yang masing-masing sebesar 8,9% (yoy). Sisanya sejak saat itu, kredit UMKM cenderung melambat sampai dengan Desember 2024.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan skala usaha, kredit UMKM sampai dengan Desember 2024 bergerak melambat imbas dua segmen, yaitu kredit segmen mikro dan kredit segmen menengah yang masing-masing tumbuh 0,8% dan bahkan 1,9%. Sedangkan kredit segmen kecil masih bisa dikerek 7,0%.

Sementara jika ditarik lebih jauh ke belakang dengan mengacu data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) dari BI, perkembangan kredit UMKM per Desember 2024 itu bahkan jadi yang terburuk sepanjang 38 bulan atau lebih dari tiga tahun belakangan, sejak November 2021 (3,29%).

Meski begitu, kredit UMKM yang masih mampu bertumbuh itu itu masih lebih baik dibandingkan awal masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Ketika itu pada rentang Agustus 2020 – April 2021 kredit UMKM bahkan tercatat ke rentang pertumbuhan negatif. Posisi terdalam, kredit UMKM jatuh -2,95%.

Di samping itu, total kredit perbankan yang tumbuh 10,0% per Desember 2024, berdasarkan data M2. Pertumbuhan double digit tersebut disokong penyaluran kredit ke segmen korporasi yang tumbuh 14,8% pada yang sama.

Proyeksi Kredit UMKM dari OJK

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia