Melambat, Kredit Perbankan Tumbuh 10,27% pada Januari 2025
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kredit perbankan tumbuh 10,27% year on year (yoy) pada Januari 2025. Angka tersebut bergerak melambat dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya atau pada Desember 2024 yang sebesar 10,93% (yoy).
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan didorong dari sisi penawaran maupun permintaan.
“Pada Januari 2025, pertumbuhan kredit mencapai 10,27% year on year, didorong oleh sisi penawaran dan permintaan,” jelas Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bulan Februari 2025 di Gedung Thamrin, Jakarta, pada Rabu (19/2/2025).
Baca Juga:
Adu Cuan Lima Bank BesarDari sisi penawaran, pertumbuhan kredit ditopang oleh realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan yang masih berlanjut. Lalu dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK yang masih terjaga. Serta likuiditas yang tetap baik, sejalan dengan implementasi penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) yang terus ditingkatkan.
Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja penjualan korporasi yang masih tumbuh positif di tengah konsumsi rumah tangga yang terbatas.
Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,40% (yoy), 13,22% (yoy), dan 10,37% (yoy). Adapun pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,71% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 2,88% (yoy).
“Ke depan Bank Indonesia akan turut mendorong pertumbuhan kredit melalui berbagai kebijakan makroprudensial yang akomodatif, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi,” pungkas Perry.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






