Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Positif, Tugu Insurance Bukukan Laba Inti Rp 706 Miliar

Penulis : Yurike Metriani
4 Mar 2025 | 19:18 WIB
BAGIKAN
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti atau core net profit konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau senilai Rp 706 miliar dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 434 miliar. Keberhasilan ini menjadi sorotan di tengah kondisi industri yang penuh tantangan pada tahun 2024 lalu.

Perolehan laba inti ini mengecualikan pendapatan satu waktu atau one time revenue senilai Rp 868 miliar yang diterima Tugu Insurance pada 2023. Di sisi lain, kinerja operasional Tugu Insurance masih tetap bertumbuh, meskipun laba bersih terlihat turun 47% year on year (YoY) dari Rp 1,32 triliun pada 2023 menjadi Rp 700,85 miliar di tahun 2024, yang disebabkan Tugu Insurance tidak lagi membukukan pendapatan lain-lain sekali waktu dari kemenangan kasus atas Citibank (N.A).

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Emil Hakim menyampaikan bahwa dalam kinerja Tugu Insurance ini turut ditopang oleh beberapa lini bisnis utama, yaitu segmen asuransi kebakaran dan properti (naik 38,2% YoY menjadi Rp 3,81 triliun) dan segmen asuransi energi terutama onshore (395% YoY dengan nilai Rp 338,76 miliar).

“Peningkatan laba inti Tugu Insurance ini disebabkan karena pertumbuhan premi bruto dan pendapatan usaha lainnya yang diperoleh perusahaan. Selain itu, perusahaan juga mampu menjaga stabilitas beban komisi dan juga beban klaim,” jelas Emil.

ADVERTISEMENT

Tercatat Tugu Insurance menghasilkan peningkatan premi bruto sebesar 10,73% YoY menjadi Rp 8,54 triliun. Pendapatan underwriting juga naik 13,8% YoY menjadi Rp 2,97 triliun. Selain itu, pendapatan usaha lainnya turut mengalami peningkatan sebesar 29,28% YoY menjadi Rp 519,85 miliar.

Sementara untuk ekuitas sendiri terlihat positif di angka 2,22% atau senilai Rp10,5 triliun dari tahun sebelumnya. Pada akhir Desember 2024, Risk Based Capital (RBC) Tugu Insurance mencapai 432%, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri di 326%.

Di tahun 2025 ini, Tugu Insurance tetap fokus dengan strategi yang telah dijalankan di tahun sebelumnya dimana akan senantiasa mengelola risiko yang dimiliki perusahaan dengan tepat, mengoptimalkan kerja sama dengan para business partner di beberapa sektor andalan dan melakukan penetrasi agresif pada berbagai distribution channel baru. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan pasar dengan harapan Tugu Insurance mampu untuk terus tumbuh dan menunjukkan kinerja terbaiknya. Tugu Insurance juga akan tetap memberikan layanan terbaik melalui digitalisasi dalam berbagai aspek, baik di mulai dari proses pembelian, pelaporan klaim dan juga layanan pelanggan lainnya.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia