Jumat, 15 Mei 2026

Tugu Insurance Optimistis Spin Off UUS Berjalan Mulus  

Penulis : Harso Kurniawan
21 Mar 2025 | 16:55 WIB
BAGIKAN
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.

JAKARTA, Investor.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) optimistis bisnis unit usaha syariah (UUS) akan tumbuh solid. Ini sejalan dengan rencana perseroan yang akan melakukan pemisahan (spin off) UUS pada 2025. 

Lewat aksi korporasi ini, Tugu Insurance diyakini akan lebih mengoptimalkan potensi sekaligus peluang pasar industri asuransi syariah di Tanah Air. Pada Desember 2024, UUS Tugu Insurance mencatatkan kinerja positif dengan raihan pertumbuhan premi secara tahun hampir 100%. 

“Perusahaan mencatat proporsi syariah terhadap konvensional masih berada di bawah 5%, sehingga masih besar peluang untuk tumbuh,” jelas Tatang Nurhidayat, presiden direktur Tugu Insurance, dalam siaran pers, dikutip Jumat (21/3/2025). 

ADVERTISEMENT

Menurut Tatang, aksi spin off UUS diyakini akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Oleh sebab itu, dalam memilih metode spin off, perseroan telah melakukan kajian feasibility. Kajian ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi market asuransi syariah di Indonesia, kondisi industri dan perseroan saat ini, serta beberapa aspek lainnya. 

“Kami menilai spin off sebagai peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan industri asuransi syariah ke depannya. Hal ini membuat Tugu Insurance juga ikut menyusun berbagai strategi dalam usaha mencapai kinerja positif di 2025,” jelas dia. 

Dalam menyukseskan proses spin off, kata Tatang, pembentukan struktur organisasi dan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) menjadi dua hal krusial yang harus dipersiapkan sebagai fondasi dalam keberlangsungan kinerja perseroan ke depan. Makanya, perseroan sudah mulai melakukan analisis terhadap pemenuhan SDM tersebut. 

Tatang melanjutkan, hal penting lainnya dalam proses spin off adalah terkait dengan pengembangan produk yang spesifik. Pasalnya, kata Tatang, pengembangan produk membutuhkan waktu, biaya serta sumber daya yang cukup besar. 

Selain itu, demikian Tatang, dibutuhkan pula strategi khusus untuk melakukan pengelolaan risiko dan pengembangan pemasaran. Namun, produk spesifik ini bisa membuka peluang untuk menghadirkan diferensiasi produk yang berbeda dari produk konvensional, sehingga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif. 

Sejauh ini, kata Tatang, telah melakukan melakukan monitoring yang ketat terhadap timeline spin off UUS. Dengan sejumlah persiapan yang telah dilakukan, Tatang optimistis spin off bisa dirampungkan tahun ini. 

“Saat ini kami masih dalam melakukan tahapan-tahapan proses persiapan pemisahan UUS dan masih sesuai dengan timeline yang ditetapkan perusahaan,” tutup dia.
 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia