Prabowo yang Minta Komisaris Bank BUMN Lebih Ramping
JAKARTA, investor.id – Sejumlah bank BUMN telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024, yang salah satu agenda rapat adalah perubahan struktur dewan direksi dan dewan komisaris. Hasil rapat menunjukkan terdapat struktur komisaris yang lebih ramping dari sebelumnya.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, perampingan struktur dewan komisaris adalah arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara juga meminta setiap pos dewan komisaris hanya diisi oleh orang-orang profesional.
“Itu, memang arahan Bapak Presiden, bahwa jumlah daripada komisarisnya itu dibuat lebih ringkas dan diisi oleh profesional,” kata Airlangga seusai menghadiri rapat terbatas pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) APBN 2026 di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/3/2025), seperti dikutip dari Antara.
Dia menilai, dewan komisaris yang diisi lebih ringkas dan profesional telah disambut baik oleh pasar. Airlangga secara khusus menyebut perubahan pengurus yang dimaksud terjadi di Bank Mandiri (BMRI) dan BRI (BBRI).
Menko Perekonomian bilang, kini baik itu direksi maupun komisaris jumlahnya lebih efisien. Ke depan, komposisi direksi dan komisaris akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bank BUMN.
Di samping itu, Airlangga mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang mengisi pos komisaris bank BUMN tetap akan mencerminkan unsur-unsur strategis. Seperti perwakilan dari Kementerian Keuangan dan kementerian teknis terkait, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.
“Itu arahannya kan harus diisi oleh orang-orang profesional. Jadi kalau misalnya ada yang mewakili kementerian, ada yang mewakili dari keuangan, ada yang mewakili juga misalnya kalau untuk BRI, unsur kementerian teknis UMKM,” pungkas Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






