Jumat, 15 Mei 2026

Pembiayaan Multifinance Tumbuh Melambat, Masuk Bulan Kedelapan

Penulis : Prisma Ardianto
13 Apr 2025 | 18:26 WIB
BAGIKAN
Antrean mobil di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (6/4/2025). (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Antrean mobil di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (6/4/2025). (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

JAKARTA, invesor.id – Nilai piutang pembiayaan multifinance tumbuh 5,92% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 504,33 triliun pada Februari 2025. Pertumbuhan itu menegaskan pelambatan selama delapan bulan berturut-turut.

“Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 5,92% yoy pada Februari 2025,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman dalam konferensi pers, dikutip pada Minggu (13/4/2025).

Kendati masih tumbuh 5,92% yoy, kinerja piutang pembiayaan multifinance sejatinya menegaskan adanya tren perlambatan. Perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan yang dimaksud telah terjadi selama delapan bulan berturut-turut sejak Juli 2024.

Baca juga: Bisnis Pulih, Akulaku Finance Pasang Target Tinggi

Dari sisi kualitas, pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) multifinance sedikit mengalami perbaikan pada Februari 2025, setelah sempat sedikit naik pada bulan sebelumnya. NPF net dan gross masing-masing menjadi 0,92% dan 2,87%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,93% dan 2,96%.

Sedangkan gearing ratio dari multifinance masih berada dalam rentang yang memadai yaitu sebesar 2,20 kali. Posisi tersebut juga masih jauh dari batas atas yang diperkenankan OJK sebesar 10 kali.

Baca juga: Buana Finance (BBLD) Kantongi Pinjaman Rp 900 Miliar dari Dua Bank

Ditilik lebih lanjut, gearing ratio melanjutkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Ini juga bisa jadi penanda bahwa multifinance kurang agresif dalam aspek pendanaan, sejalan dengan perkembangan piutang pembiayaan.

OJK sendiri memproyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan dari multifinance sepanjang tahun 2025 dalam kisaran 8-10% yoy. Secara nominal, piutang pembiayaan diperkirakan dapat ditutup mencapai Rp 543,70 triliun sampai dengan 553,77 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia