Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Melesat, BSI (BRIS) Ketiban Berkah

Penulis : Nida Sahara
4 Sep 2025 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Seorang nasabah hendak melakukan pembelian emas di Konter Layanan Emas BSI. (ist)
Seorang nasabah hendak melakukan pembelian emas di Konter Layanan Emas BSI. (ist)

JAKARTA, investor.id - Tren harga emas cenderung naik seiring fluktuasi ekonomi dan geopolitik dunia. Di sisi lain, kondisi ini memberikan atensi positif terhadap tren permintaan nasabah terhadap investasi emas.

Sejak satu tahun terakhir, permintaan produk berbasis emas di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melonjak signifikan. Animo masyarakat tercermin dari pembiayaan cicil emas yang tumbuh 117,35% per Juli 2025 (year on year/yoy).

Masyarakat juga menyaksikan harga emas naik cukup tinggi mencapai 40% dalam satu tahun karena per Kamis (4/9/2025) telah menembus Rp 2 juta per gram. Hal ini membawa berkah bagi bank bersandi saham BRIS ini, karena permintaan akan produk emasnya juga terus terkerek naik.

ADVERTISEMENT

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, konsumsi emas per kapita Indonesia hanya 0,16 gram/kapita. Ini masih lebih rendah dibanding negara-negara lain di ASEAN seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Di sisi lain konsumsi emas di Indonesia mayoritas masih dalam bentuk perhiasan dan secara perlahan konsumsi . 

Anton mengungkap bahwa konsumsi emas lantakan sebagai instrumen investasi mulai meningkat sejalan dengan edukasi. "Kami melihat bahwa fokus bisnis kami di BSI sejalan dengan tren masyarakat yang mulai melirik investasi safe haven seperti emas. Harga emas ini telah menembus Rp 2 juta per gram," tutur Anton, Kamis (4/9/2025).

BSI menawarkan solusi bagi masyarakat dengan mendemokratisasi kepemilikan emas di mana dapat dimulai dengan 0,05 gram atau sekitar Rp 100 ribu melalui BYOND by BSI. 

Hingga Mei 2025 pembiayaan BSI tumbuh 15% (yoy), didukung pertumbuhan tertinggi di segmen konsumer terutama pembiayaan berbasis emas yakni cicil dan gadai emas yang melesat 68,68% (yoy). Pembiayaan cicil emas sendiri tumbuh 175% (yoy) dan ini masuk sebagai pembiayaan yang aman karena memiliki performa bagus dan underlying asset yang solid berupa emas batang.

Setelah fokus pada produk berbasis emas, BSI membuka layanan bulion bank yang peresmiannya dilakukan oleh Presiden Prabowo pada Februari 2025. 

Solusi Investasi

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 27 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia