Defisit APBN Melonjak Hingga 342,4%, Begini Penjelasan Purbaya
JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp 135,7 triliun pada Februari 2026. Bila dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB), maka defisit sebesar 0,53% dari PDB.
Bila dibandingkan secara tahunan pada Februari 2026, terjadi pertumbuhan defisit hingga 342,4%. Pasalnya, pada Februari 2025 defisit APBN hanya mencapai Rp 30,7 triliun atau 0,13% dari PDB. Pemerintah telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 164,2 triliun per 28 Februari 2026. Sementara itu keseimbangan primer mengalami defisit Rp 35,9 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja APBN menunjukan kondisi fiskal yang tetap kuat dan terjaga. Pasalnya, kondisi pendapatan negara tetap tumbuh positif serta belanja negara terakselerasi sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi.
“Memang APBN didesain untuk defisit dan sekarang kami paksakan belanja lebih merata sepanjang tahun sehingga dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian lebih terasa,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi Maret 2026 di kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (11/3/2026).
Adapun realisasi pendapatan negara mencapai Rp 358 triliun per 28 Februari 2026. Realisasi pendapatan negara tumbuh 12,8% secara tahunan.
Bila dirinci, pendapatan negara terbagi dalam penerimaan pajak senilai Rp 245,1 triliun; kepabeanan dan cukai senilai Rp 44,9 triliun; dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 68 triliun.
“Realisasi pendapatan negara tumbuh 12,8% secara tahunan, Kinerja ini didorong oleh penerimaan perpajakan yang tetap solid,” papar Purbaya.
Secara tahunan, penerimaan pajak tumbuh hingga 30,4%. Sayangnya, kepabeanan dan cukai serta PNBP mengalami kontraksi masing-masing sebesar 14,7% dan 11,4%. Kontraksi kepabeanan dan cukai dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas di pasar dunia.
“Penerimaan kepabeanan dan cukai terkontraksi 14,7% terutama dipengaruhi dinamika harga komoditas dan produksi industri. Saya ingin sampaikan ke depan kita masih mengharapkan target penerimaan kepabeanan dan bea cukai tercapai bahkan bisa melebihi,” kata Purbaya.
Realisasi Belanja Negara Naik 41,9%
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






