Sabtu, 4 April 2026

Defisit APBN Melonjak Hingga 342,4%, Begini Penjelasan Purbaya

Penulis : Arnoldus Kristianus
11 Mar 2026 | 14:51 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai pelantikan pejabat di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai pelantikan pejabat di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp 135,7 triliun pada Februari 2026. Bila dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB), maka defisit sebesar 0,53% dari PDB.

Bila dibandingkan secara tahunan pada Februari 2026, terjadi pertumbuhan defisit hingga 342,4%. Pasalnya, pada Februari 2025 defisit APBN hanya mencapai Rp 30,7 triliun atau 0,13% dari PDB. Pemerintah telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 164,2 triliun per 28 Februari 2026. Sementara itu keseimbangan primer mengalami defisit Rp 35,9 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja APBN menunjukan kondisi fiskal yang tetap kuat dan terjaga. Pasalnya, kondisi pendapatan negara tetap tumbuh positif serta belanja negara terakselerasi sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi.

Advertisement

“Memang APBN didesain untuk defisit dan sekarang kami paksakan belanja lebih merata sepanjang tahun sehingga dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian lebih terasa,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi Maret 2026 di kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (11/3/2026).

Adapun realisasi pendapatan negara mencapai Rp 358 triliun per 28 Februari 2026. Realisasi pendapatan negara tumbuh 12,8% secara tahunan.

Bila dirinci, pendapatan negara terbagi dalam penerimaan pajak senilai Rp 245,1 triliun; kepabeanan dan cukai senilai Rp 44,9 triliun; dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 68 triliun.

“Realisasi pendapatan negara tumbuh 12,8% secara tahunan, Kinerja ini didorong oleh penerimaan perpajakan yang tetap solid,” papar Purbaya.

Secara tahunan, penerimaan pajak tumbuh hingga 30,4%. Sayangnya, kepabeanan dan cukai serta PNBP mengalami kontraksi masing-masing sebesar 14,7% dan 11,4%. Kontraksi kepabeanan dan cukai dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas di pasar dunia.

“Penerimaan kepabeanan dan cukai terkontraksi 14,7% terutama dipengaruhi dinamika harga komoditas dan produksi industri. Saya ingin sampaikan ke depan kita masih mengharapkan target penerimaan kepabeanan dan bea cukai tercapai bahkan bisa melebihi,” kata Purbaya.

Realisasi Belanja Negara Naik 41,9%

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 16 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 5 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 5 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia