Minggu, 21 Juni 2026

OJK: Fundamental Perbankan RI Tetap Kokoh di Tengah Sentimen Negatif Global

Penulis : Akmalal Hamdhi
25 Mar 2026 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sektor perbankan. (Dok. BCA Digital)
Ilustrasi sektor perbankan. (Dok. BCA Digital)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan industri perbankan nasional tetap menunjukkan performa solid dan pertumbuhan positif. Pernyataan ini merespons langkah sejumlah lembaga pemeringkat internasional yang merevisi prospek (outlook) bank-bank besar di Indonesia menjadi negatif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa revisi outlook dari Moody’s dan Fitch terhadap bank-bank besar, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental kinerja internal. Perubahan tersebut merupakan dampak berantai dari revisi peringkat kredit sovereign Indonesia, yang selanjutnya berdampak pada persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional.

“Revisi outlook lebih mencerminkan faktor eksternal, terutama dinamika makroekonomi global dan perubahan outlook sovereign, bukan karena fundamental perbankan yang melemah,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dian menjelaskan, peringkat institusi dalam suatu negara umumnya setara atau berada di bawah peringkat negara tersebut. Oleh karena itu, fluktuasi pada outlook sovereign secara otomatis memengaruhi persepsi risiko sektor keuangan.

Data Januari 2026 menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Pertumbuhan kredit nasional tercatat mencapai 9,96% secara tahunan (year on year/yoy), beriringan dengan lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,48% (yoy).

Kualitas aset pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level rendah, yakni 2,14%. Dari sisi ketahanan modal, industri mencatatkan capital adequacy ratio (CAR) yang sangat tebal di angka 25,87%.

Likuiditas perbankan juga berada pada level yang sangat memadai. Hal ini tercermin dari rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) sebesar 121,23% dan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 197,92%, angka yang berada jauh di atas ambang batas ketentuan regulator.

Khusus kelompok bank besar (KBMI 4) dan Himbara, pertumbuhan kredit bahkan menembus angka ganda, masing-masing sebesar 13,34% dan 13,43% (yoy). Kepercayaan publik juga tetap tinggi, terlihat dari pertumbuhan DPK di kedua kelompok ini yang melampaui 16%.

Ketahanan modal bank kakap ini pun tak tergoyahkan, dengan CAR Himbara di level 20,32% dan KBMI 4 mencapai 22,33%.

“Dengan kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat, bank-bank besar memiliki ruang ekspansi yang memadai sekaligus bantalan yang cukup untuk mengantisipasi berbagai risiko ke depan,” pungkas Dian.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia