Minggu, 5 April 2026

OJK: Fundamental Perbankan RI Tetap Kokoh di Tengah Sentimen Negatif Global

Penulis : Akmalal Hamdhi
25 Mar 2026 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sektor perbankan. (Dok. BCA Digital)
Ilustrasi sektor perbankan. (Dok. BCA Digital)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan industri perbankan nasional tetap menunjukkan performa solid dan pertumbuhan positif. Pernyataan ini merespons langkah sejumlah lembaga pemeringkat internasional yang merevisi prospek (outlook) bank-bank besar di Indonesia menjadi negatif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa revisi outlook dari Moody’s dan Fitch terhadap bank-bank besar, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental kinerja internal. Perubahan tersebut merupakan dampak berantai dari revisi peringkat kredit sovereign Indonesia, yang selanjutnya berdampak pada persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional.

“Revisi outlook lebih mencerminkan faktor eksternal, terutama dinamika makroekonomi global dan perubahan outlook sovereign, bukan karena fundamental perbankan yang melemah,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dian menjelaskan, peringkat institusi dalam suatu negara umumnya setara atau berada di bawah peringkat negara tersebut. Oleh karena itu, fluktuasi pada outlook sovereign secara otomatis memengaruhi persepsi risiko sektor keuangan.

Data Januari 2026 menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Pertumbuhan kredit nasional tercatat mencapai 9,96% secara tahunan (year on year/yoy), beriringan dengan lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,48% (yoy).

Kualitas aset pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level rendah, yakni 2,14%. Dari sisi ketahanan modal, industri mencatatkan capital adequacy ratio (CAR) yang sangat tebal di angka 25,87%.

Likuiditas perbankan juga berada pada level yang sangat memadai. Hal ini tercermin dari rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) sebesar 121,23% dan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 197,92%, angka yang berada jauh di atas ambang batas ketentuan regulator.

Khusus kelompok bank besar (KBMI 4) dan Himbara, pertumbuhan kredit bahkan menembus angka ganda, masing-masing sebesar 13,34% dan 13,43% (yoy). Kepercayaan publik juga tetap tinggi, terlihat dari pertumbuhan DPK di kedua kelompok ini yang melampaui 16%.

Ketahanan modal bank kakap ini pun tak tergoyahkan, dengan CAR Himbara di level 20,32% dan KBMI 4 mencapai 22,33%.

“Dengan kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat, bank-bank besar memiliki ruang ekspansi yang memadai sekaligus bantalan yang cukup untuk mengantisipasi berbagai risiko ke depan,” pungkas Dian.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia