Minggu, 21 Juni 2026

Kredit Tumbuh 9,49% per Maret 2026

Penulis : Prisma Ardianto
22 Apr 2026 | 15:27 WIB
BAGIKAN
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt)
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,49% secara tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2026. Capaian ini menunjukkan penguatan dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang sempat melambat ke level 9,37% yoy.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa akselerasi pertumbuhan kredit ini merupakan sinyal positif bagi penguatan ekonomi nasional. Bank Indonesia tetap optimis pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan terjaga di kisaran sasaran 8–12%.

“Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual hasil Rapat Dewan Gubernur atau RDG BI April 2026, Rabu (22/4/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan paling signifikan sebesar 20,85% yoy. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 5,88% yoy dan kredit modal kerja tumbuh 4,38% yoy.

Perry menjelaskan bahwa prospek kredit ke depan masih didukung oleh sisi permintaan dan penawaran yang memadai. Dari sisi permintaan, terdapat potensi besar pada fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan) yang mencapai Rp 2.527,46 triliun atau sekitar 22,59% dari total plafon kredit tersedia.

Dari sisi penawaran, perbankan nasional memiliki kapasitas pembiayaan yang kuat. Hal ini tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di level 27,85%, serta pertumbuhan DPK yang tinggi sebesar 13,55% yoy per Maret 2026.

Tantangannya, meskipun persyaratan pemberian kredit (lending requirement) secara umum masih longgar, perbankan terpantau tetap selektif dan menerapkan prinsip kehati-hatian pada segmen konsumsi dan UMKM karena faktor risiko kredit.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen pendanaan nontradisional (non-DPK),” pungkas Perry. BI juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk memperbaiki struktur suku bunga guna mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor riil.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia