Minggu, 21 Juni 2026

Lambat, Bunga Kredit Baru Turun 5 Bps di Awal 2026

Penulis : Prisma Ardianto
23 Apr 2026 | 19:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi suku bunga. (Investor Daily/Prisma Ardianto)
Ilustrasi suku bunga. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

JAKARTA, investor.id – Tren penurunan suku bunga kredit perbankan masih berlanjut pada awal tahun 2026, meski berjalan sangat lambat. Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga kredit berada di level 8,76% pada Maret 2026, yang berarti hanya turun tipis 5 basis poin (bps) sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Secara kumulatif, bunga kredit telah menyusut 44 bps sejak awal 2025. Namun, angka ini dinilai masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan agresivitas bank sentral yang telah memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) hingga 150 bps dalam periode yang sama.

Sedikit kontras dengan bunga kredit, suku bunga dana justru mencatatkan penurunan lebih dalam. Suku bunga deposito satu bulan per Maret 2026 tercatat sebesar 4,19%, menyusut 62 bps dari awal 2025 dan turun 6 bps dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa transmisi pelonggaran kebijakan moneter masih terus berproses didukung oleh kondisi likuiditas perbankan yang tetap longgar. Meski demikian, ia mengakui penurunan bunga dana dan kredit perlu dipacu lebih kencang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan koordinasi dalam mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini mencapai 26,30% dari total DPK,” ungkap Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Di tengah lambatnya penurunan bunga, kinerja penyaluran kredit pun terbilang tak terlalu bergairah. Pertumbuhan kredit pada Maret 2026 mencapai 9,49% secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar 9,69%.

Lambat, Bunga Kredit Baru Turun 5 Bps di Awal 2026
Tren pertumbuhan kredit perbankan. (Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu)

Kendati demikian, realisasi pertumbuhan kredit itu masih dalam rentang sasaran Bank Indonesia untuk tahun ini sebesar 8–12%. “Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi,” imbuh Perry.

Melihat sinyal ke depan, BI mencatat tantangan berupa sikap perbankan yang lebih selektif. Meski persyaratan pemberian kredit (lending requirement) secara umum masih longgar, bank terpantau menerapkan prinsip kehati-hatian yang lebih ketat pada segmen konsumsi dan UMKM guna memitigasi risiko kredit ke depan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia