Jumat, 15 Mei 2026

Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan Terutama di Kalangan Milenial

Penulis : Prisma Ardianto / Ester Nuky
16 Sep 2020 | 20:01 WIB
BAGIKAN
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara

JAKARTA, investor.id –   Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara menegaskan, literasi keuangan di Tanah Air harus terus ditingkatkan, terlebih pada kalangan milenial sebagai critical economic players.

“Pandemi Covid-19 menjadi momentum tersendiri bagi OJK dan berbagai pihak untuk terus melakukan edukasi terkait literasi keuangan dan inklusi keuangan. Hal itu penting, karena banyak dari masyarakat, tak terkecuali kalangan milenial, tidak siap menghadapi krisis karena pemahaman akan li terasi keuangannya rendah,” ujarnya saat menjadi keynote speaker dalam diskusi Literasi Keuangan Goes to Campus bertajuk “Merencanakan Financial Freedom untuk Milenial” di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Diskusi yang juga didukung BeritaSatu TV dan Majalah Investor itu menghadirkan pula pembicara Direktur Pemasaran BRI Life Anik Hidayati, Pj Dekan FEB Universitas Indonesia Beta Yulianita Gitaharie, Executive Vice President Wealth Management Division BRI Tina Meilina, serta Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal FEB Universitas Indonesia Budi Frensidy.

Sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

ADVERTISEMENT
Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan Terutama di Kalangan Milenial

Tirta Segara mengatakan, setidaknya ada lima hal yang perlu digarisbawahi mengenai pentingnya literasi keuangan bagi kaum milenial. Pertama, milenial merupakan critical economic players, karena jumlahnya mencapai 30% dari total penduduk Indonesia dan dalam masa usia produktif. Kelompok ini otomatis bisa memengaruhi tren pasar.

“Yang kedua, di sisi lain, kami melihat dampak yang bisa diberikan milenial itu tidak sebanding, dengan tingkat li terasi keuangannya yang masih rendah. Banyak dari mereka membeli produk keuangan dan melakukan investasi, tapi sebetulnya tidak paham dan kelompok milenial ini banyak yang tidak paham konsep (dasar) dari bunga majemuk misalnya. Milenial ini tidak paham kalau investasi lebih cepat 15 tahun sebelumnya, akan mendapat uang empat kali lebih besar saat pensiun nanti, “ kata Tirta.

Hal penting ketiga, lanjut Tirta, generasi milenial rentan secara finansial. Di usianya yang masih muda, mereka hobi bepergian dan cenderung menghabiskan uang, tapi lupa untuk menabung.

“Padahal, kami perlu menekankan, menabung penting dilakukan sejak dini. Seharusnya menabung bukanlah dari uang sisa, tapi menyisihkan uang lebih dulu untuk menabung, kemudian uang sisa dari penyisihan itulah yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan atau konsumsi,” tandasnya.

Keempat, tutur dia, milenial menekankan pada kesenangan dan prinsip hidup hanya sekali, maka mereka tidak mempersiapkan dana darurat. Para milenial cenderung mengesampingkan risiko yang mung kin terjadi di masa mendatang.

Sedangkan kelima, milenial perlu menggarisbawahi kewaspadaan investasi ilegal terkait literasi keuangan._

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia