Tiongkok Menentang Taiwan Gabung ke CPTPP
TAIPEI, investor.id – Pemerintah Tiongkok menentang Taiwan bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP), selang beberapa hari setelah Negeri Tirai Bambu itu menyatakan keinginan menjadi anggota dari kesepakatan yang sama.
Pemerintah Taiwan sendiri sudah melakukan lobi-lobi selama bertahun-tahun untuk bergabung, dan mengumumkan pada Kamis bahwa pihaknya telah secara resmi mengajukan permohonan.
“Taiwan tidak bisa ditinggalkan di dunia dan harus berintegrasi ke dalam ekonomi regional,” ujar Juru bicara kabinet Taiwan, Lo Ping Cheng kepada wartawan, yang dikutip AFP, Kamis (23/9)
Namun Tiongkok mengatakan Taiwan tidak boleh diizinkan untuk bergabung. Pasalnya, Tiongkok selalu mengklaim Taiwan, yang demokratis dan memiliki pemerintahan sendiri, sebagai bagian dari wilayahnya.
“Kami dengan tegas menentang negara mana pun yang memiliki pertukaran resmi dengan Taiwan, dan dengan tegas menentang aksesi wilayah Taiwan ke perjanjian atau organisasi resmi apa pun,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian kepada wartawan.
Dan pekan lalu, Tiongkok telah mengajukan permohonannya untuk bergabung dengan CPTPP.
Sebagai informasi, kesepakatan CPTPP yang ditandatangani oleh 11 negara di Asia-Pasifik pada 2018, merupakan pakta perdagangan bebas terbesar di kawasan ini dan telah menyumbang sekitar 13,5% dari ekonomi global.
Negosiasi kesepakatan perdagangan besar-besaran tersebut awalnya dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) sebagai cara untuk meningkatkan pengaruhnya di kawasan Asia-Pasifik. Selain dirancang untuk menjaga agar Tiongkok, yang memiliki kesepakatan perdagangan regionalnya sendiri, terkunci.
Tetapi mantan presiden AS Donald Trump, yang meremehkan perjanjian multilateral itu, menarik diri dari kesepakatan pada 2017.
Alhasil, CPTPP diteruskan dan sekarang mencakup Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, Selandia Baru, Singapura, dan Vietnam. Mereka yang mau bergabung harus mendapat dukungan bulat dari semua negara anggota pakta, sesuatu yang mungkin sulit diperoleh baik oleh Tiongkok maupun Taiwan.
Permohonan Tiongkok disampaikan saat sedang berselisih dengan sejumlah negara Barat, terutama Australia, yang telah memberlakukan pembatasan perdagangan.
Pekan ini, Australia menyatakan bahwa Tiongkok harus mengakhiri pembekuan kontak dengan politisi senior Australia jika mau mendaftar.
Sementara itu, negara-negara kecil di dalam keanggotaan CPTPP tidak mungkin mau mengambil risiko menimbulkan kemarahan Tiongkok dengan menyetujui Taiwan bergabung. Apalagi, para pemimpin otoriter Tiongkok telah berjanji merebut Taiwan suatu hari nanti, dengan paksaan jika perlu.
Bahkan mereka telah meningkatkan tekanan ekonomi, militer dan diplomatik di pulau itu sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing Wen pada 2016 yang memandang Taiwan sebagai negara berdaulat.
Tiongkok pun kerap mengirim pesawat-pesawat militernya ke zona pertahanan udara Taiwan untuk menunjukkan ketidaksenangan.
Pada Kamis, para pejabat Taiwan mengatakan ada 19 pesawat Tiongkok – termasuk 14 jet tempur dan dua pembom berkemampuan nuklir – menyeberang ke zona itu. Ini menjadi salah satu serangan terbesar dalam beberapa bulan.
Di sisi lain, ancaman Tiongkok yang terus meningkat terhadap Taiwan telah menimbulkan simpati internasional di antara kekuatan Barat. Semisal, Jepang yang menanggapi dengan baik permohonan Taiwan untuk bergabung di CPTPP.
“Jepang menyambut baik permohonan Taiwan untuk bergabung dengan Kemitraan Trans-Pasifik,” ujar Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi kepada wartawan di New York, AS.
Sedangkan John Deng – juru runding perdagangan Taipei – sudah memprediksi penolakan Tiongkok, seraya menggambarkan bahwa Taiwan merupakan mitra perdagangan bebas yang lebih andal. “Kami memiliki dasar demokrasi dan supremasi hukum sehingga semua peraturan kami transparan dan kami menghormati properti pribadi,” katanya.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler

