Update Perang di Ukraina: Peringatan Rusia untuk Menyerah, Hingga KerusakanPabrik Baja Terbesar Eropa
KYIV, investor.id – Pemerintah Rusia memberi waktu bagi penduduk Mariupol yang terkepung sampai pukul 05:00 (0300 GMT) pada Senin (21/3) untuk menyerah. Pihaknya memperingatkan, lebih dari sekadar ‘pengadilan militer’ telah menunggu mereka yang menolak.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk menolak ultimatum tersebut, dengan mengatakan kepada media lokal bahwa tidak ada pembicaraan tentang penyerahan senjata. Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.
Tempat Sipil Dibom
Pihak berwenang Ukraina menuduh Rusia mengebom sebuah sekolah seni Mariupol yang menjadi tempat perlindungan sekitar 400 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pemindahan Paksa
Pejabat Mariupol mengklaim pasukan Rusia telah secara paksa mengangkut sekitar seribu penduduk ke Rusia dan melucuti paspor Ukraina mereka, menjadi kemungkinan kejahatan perang.
Serangan Rumah Sakit Chernigiv
Walikota Chernigiv di utara yang dikepung mengatakan bahwa puluhan warga sipil telah tewas oleh penembakan artileri sembarangan dan sebuah rumah sakit telah terkena serangan. “Kota ini menderita bencana kemanusiaan mutlak,” ujarnya, Senin.
Pusat Perbelanjaan Kyiv Dibom
Sedikitnya satu orang tewas ketika pasukan Rusia menyerang sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Ukraina, Kyiv, kata walikota.
‘Waktunya bertemu’, Kata Zelensky
Zelensky menyerukan pembicaraan mendesak dengan Rusia. Menurutnya Yerusalem, Israel, mungkin menjadi tempat kesepakatan. “Tempat yang tepat untuk menemukan perdamaian. Jika ini mungkin,” katanya.
Turki: Rusia, Ukraina Mendekati Kesepakatan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, pemerintah Rusia dan Ukraina telah membuat kemajuan dalam negosiasi dan mendekati kesepakatan. Pihaknya menyatakan siap menjadi tuan rumah pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Senjata Hipersonik
Otoritas Rusia mengatakan telah kembali menembakkan rudal hipersonik di Ukraina, menghancurkan tempat penyimpanan bahan bakar di selatan negara itu.
Tiongkok: Tidak Mempersenjatai Rusia
Duta Besar Tiongkok untuk AS mengatakan, negaranya tidak mengirim senjata ke Rusia untuk digunakan di Ukraina. Tetapi ia tidak secara definitif mengesampingkan kemungkinan pemerintah Tiongkok akan melakukannya di masa depan.
Paus Kecam ‘Pembantaian Tidak Masuk Akal’
Paus Fransiskus mengecam serangan di Ukraina. “Pembantaian tak masuk akal, di mana setiap hari pembantaian dan kekejaman berulang. Tidak ada pembenaran untuk ini,” katanya, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghentikan perang.
Pabrik Baja Azovstal Rusak
Pejabat Ukraina mengatakan bahwa salah satu pabrik besi dan baja terbesar di Eropa, Azovstal, telah rusak parah oleh pasukan Rusia.
Australia Melarang Ekspor Alumina, Bauksit
Pemerintah Australia melarang semua ekspor alumina dan bauksit ke Rusia, sambil menjanjikan lebih banyak senjata dan bantuan kemanusiaan ke Ukraina. Sebelumnya, Rusia bergantung pada Australia untuk 20% dari kebutuhan aluminanya.
10 Juta Meninggalkan Rumah
Sepuluh juta orang, lebih dari seperempat populasi, kini telah meninggalkan rumah mereka di Ukraina karena perang Rusia yang menghancurkan, kata kepala badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (20/3). Lebih dari 3,3 juta dari mereka telah melarikan diri dari negara itu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






