Jumat, 15 Mei 2026

Jepang Menekan UEA Agar Memompa Lebih Banyak Minyak untuk Menenangkan Pasar

Penulis : Grace El Dora
21 Mar 2022 | 13:13 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita memasak makanan di atas api terbuka karena kurangnya gas dan listrik di tengah serangan Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina, di kota timur laut Kharkiv pada 20 Maret 2022. (FOTO: Sergey BOBOK / AFP)
Seorang wanita memasak makanan di atas api terbuka karena kurangnya gas dan listrik di tengah serangan Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina, di kota timur laut Kharkiv pada 20 Maret 2022. (FOTO: Sergey BOBOK / AFP)

DUBAI, investor.id – Pemerintah Jepang mendesak Uni Emirat Arab (UEA) agar memompa lebih banyak minyak, untuk menenangkan pasar yang diguncang oleh serangan Rusia ke Ukraina. Jepang menambah daftar konsumen utama yang melobi produsen minyak di Teluk.

Permohonan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Yoshimasa Hayashi disampaikan pada pertemuan dengan pejabat Emirat yang bertepatan dengan kunjungan menteri ekonomi Jerman, tiga minggu setelah serangan Rusia.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson juga terbang ke UEA dan Arab Saudi untuk mendorong lebih banyak minyak, dalam upaya mengurangi harga lebih dari US$ 100 per barel dan mengamankan pasokan minyak yang tidak berasal dari Rusia.

“(Hayashi meminta) UEA untuk berkontribusi pada stabilisasi pasar minyak internasional dengan memasok lebih banyak minyak, mengamankan kapasitas produktif cadangan sebagai anggota terkemuka OPEC+,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang dalam pengarahan virtual, Senin (21/3).

ADVERTISEMENT

Adapun UEA memasok sekitar sepertiga dari impor minyak Jepang.

Namun tidak ada janji untuk menambah produksi dari UEA, yang telah menekankan keselarasannya dengan aliansi minyak OPEC+ yang mencakup Rusia.

Pembicaraan Hayashi dengan Menlu UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Menteri Perindustrian UEA Sultan Al Jaber dilakukan setelah PM Jepang Fumio Kishida membuat permintaan yang sama, dalam panggilan telepon dengan kepemimpinan Emirat dan Arab Saudi pekan lalu.

UEA mungkin lebih bersedia untuk membuka keran produksi daripada Arab Saudi, karena ingin memanfaatkan cadangan minyaknya lebih cepat. Hal ini disampaikan Torbjorn Soltvedt, analis Timur Tengah dan Afrika Utara di Verisk Maplecroft, dilansir dari AFP.

Tidak Didengarkan

Duta Besar UEA untuk Amerika Serikat (AS) pekan lalu telah mengisyaratkan pihaknya menyukai produksi yang lebih tinggi di OPEC+, mengirim harga lebih rendah. Tetapi UEA menegaskan kembali komitmennya terhadap OPEC+ hanya sehari kemudian.

Seruan untuk meningkatkan produksi minyak sejauh ini tidak didengarkan.

“Saya pikir Anda perlu berbicara dengan Saudi tentang itu,” kata Johnson, setelah perjalanannya ke Riyadh, ketika ditanya apakah dia telah memenangkan jaminan untuk tambahan produksi minyak.

Analis mengatakan bahwa produsen minyak tidak memiliki kapasitas cadangan untuk menggantikan ekspor Rusia. Para produsen juga enggan menyebabkan keretakan dengan mitra OPEC+ mereka.

Analis Amena Baker dari Energy Intelligence mengatakan kepada AFP bulan ini bahwa produsen minyak juga takut menciptakan kepanikan pasar, jika semua kapasitas cadangan habis.

Namun, pemerintah Jerman mengumumkan kemitraan energi jangka panjang dengan Qatar pada Minggu (20/3) untuk mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia.

Kesepakatan itu muncul setelah kunjungan Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck ke Doha, yang kemudian melakukan perjalanan ke UEA.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 42 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia