Jumat, 15 Mei 2026

OPEC Kabarkan UE, Tidak Mungkin Ganti Kehilangan Pasokan Minyak Rusia

Penulis : Indah Handayani
12 Apr 2022 | 07:45 WIB
BAGIKAN
ilustrasi OPEC
Sumber: Antara
ilustrasi OPEC Sumber: Antara

BRUSSELS, investor.id - OPEC mengatakan kepada Uni Eropa pada Senin (11/4/2022) bahwa sanksi saat ini dan di masa depan terhadap Rusia dapat menciptakan salah satu guncangan pasokan minyak terburuk dan tidak mungkin untuk mengganti volume tersebut, serta mengisyaratkan pihaknya tidak akan memompa lebih banyak.

Pejabat Uni Eropa mengadakan pembicaraan di Wina dengan perwakilan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak di tengah seruan agar kelompok itu meningkatkan produksi dan ketika Uni Eropa mempertimbangkan kemungkinan sanksi terhadap minyak Rusia.

"Kami berpotensi melihat hilangnya lebih dari 7 juta barel per hari (bph) minyak Rusia dan ekspor cairan lainnya, akibat sanksi saat ini dan di masa depan atau tindakan sukarela lainnya," kata Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo, menurut salinan pidatonya dikutip dari Antara, Selasa (12/4/2022).

"Mempertimbangkan prospek permintaan saat ini, hampir tidak mungkin untuk mengganti kehilangan dalam volume sebesar ini." tambahnya.

ADVERTISEMENT

Uni Eropa mengulangi seruannya dalam pertemuan untuk negara-negara penghasil minyak untuk melihat apakah mereka dapat meningkatkan pengiriman untuk membantu mendinginkan harga minyak yang melonjak, kata seorang pejabat Komisi Eropa kepada Reuters.

Perwakilan Uni Eropa juga menunjukkan bahwa OPEC memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasar minyak yang seimbang, kata pejabat itu.

OPEC telah menolak seruan oleh Amerika Serikat dan Badan Energi Internasional untuk memompa lebih banyak minyak mentah guna mendinginkan harga, yang mencapai puncak 14 tahun bulan lalu setelah Washington dan Brussels memberlakukan sanksi terhadap Moskow menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Dalam pertemuan dengan OPEC, Uni Eropa mengatakan OPEC dapat menyediakan lebih banyak produksi dari kapasitas cadangannya, menurut dokumen OPEC yang dilihat oleh Reuters.

Namun, Barkindo mengatakan pasar yang sangat bergejolak saat ini adalah akibat dari ‘faktor non-fundamental’ di luar kendali OPEC, dalam sinyal bahwa kelompok itu tidak akan memompa lebih banyak.

OPEC+, yang terdiri dari OPEC dan produsen lain termasuk Rusia, akan meningkatkan produksi sekitar 432 ribu barel per hari pada Mei, sebagai bagian dari pengurangan bertahap pemotongan produksi yang dilakukan selama pandemi Covid-19 terburuk.

Pertemuan UE-OPEC pada Senin (11/4/2022) sore adalah yang terbaru dalam dialog yang diluncurkan antara kedua belah pihak pada 2005.

Minyak Rusia telah dikecualikan dari sanksi Uni Eropa sejauh ini. Tetapi setelah blok 27 negara itu sepakat pekan lalu untuk memberikan sanksi kepada batu bara Rusia - yang pertama menargetkan pasokan energi - beberapa pejabat senior Uni Eropa mengatakan minyak bisa menjadi yang berikutnya.

Komisi Eropa sedang menyusun proposal untuk embargo minyak di Rusia, menteri luar negeri Irlandia, Lithuania dan Belanda mengatakan pada Senin (11/4/2022) pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg, meskipun tidak ada kesepakatan untuk melarang minyak mentah Rusia.

Australia, Kanada dan Amerika Serikat, yang kurang bergantung pada pasokan Rusia daripada Eropa, telah melarang pembelian minyak Rusia.

Negara-negara UE terpecah mengenai apakah akan mengikutinya, mengingat ketergantungan mereka yang lebih tinggi dan potensi akan mendorong harga energi yang sudah tinggi di Eropa.

Uni Eropa memperkirakan penggunaan minyaknya akan berkurang 30% pada 2030, dari tingkat 2015, di bawah kebijakan yang direncanakan untuk memerangi perubahan iklim - meskipun dalam jangka pendek, embargo akan memicu langkah untuk mengganti minyak Rusia dengan pasokan alternatif.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia