Jumat, 15 Mei 2026

Saham Asia Pasifik Tergelincir, Investor Amati Covid-19 di Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
12 Apr 2022 | 08:04 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bursa saham Asia. ( Foto: AFP / Kazuhiro Nogi )
Ilustrasi bursa saham Asia. ( Foto: AFP / Kazuhiro Nogi )

SINGAPURA, investor.id – Saham Asia Pasifik tergelincir pada perdagangan Selasa (12/4/2022) pagi, karena investor terus memantau perkembangan seputar situasi Covid-19 di daratan Tiongkok.

Data inflasi Amerika Serikat (AS) juga diperkirakan akan dirilis Selasa malam waktu setempat. Data ini dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Nikkei 225 di Jepang tergelincir 0,84% karena saham pembuat robot Fanuc turun lebih dari 3%. Indeks Topix turun 0,51%. Kospi Korea Selatan turun 0,36%.

Saham Australia juga turun, dengan perdagangan S&P/ ASX 200 sedikit lebih rendah.

ADVERTISEMENT

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,09% lebih rendah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Senin (11/4) bahwa mereka sedang memantau situasi Covid-19 di daratan Tiongkok, di mana otoritas telah berjuang melawan lonjakan besar dalam jumlah kasus.

Kota besar Tiongkok di Shanghai telah menyumbang sebagian besar kasus Covid-19 baru di daratan Tiongkok. Penguncian telah diberlakukan sekitar seminggu setelah penutupan dua gelombang awal seharusnya sudah berakhir.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 413,04 poin menjadi 34.308,08 sementara S&P 500 tergelincir 1,69% menjadi 4.412,53. Nasdaq Composite yang padat teknologi tertinggal, turun 2,18% menjadi 13.411,96.

Indeks harga konsumen AS untuk Maret 2022 akan dirilis selama waktu ET Selasa. Gedung Putih telah memberi peringatan bahwa mereka mengharapkan laporan menunjukkan inflasi yang luar biasa tinggi.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan data menunjukkan kenaikan harga tahunan 8,4%, tertinggi sejak Desember 1981.

“Inflasi AS yang sangat tinggi akan menjaga ekspektasi pasar tetap hidup untuk pengetatan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang agresif dalam pandangan kami,” kata Carol Kong, rekan senior untuk strategi mata uang dan ekonomi internasional di Commonwealth Bank of Australia.

“Kami berharap FOMC akan merespons inflasi dasar yang kuat dengan meningkatkan tingkat Dana sebesar 50bp pada Mei dan Juni 2022,” kata Kong.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia