Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Desak G20 Menyiapkan Daftar Pelacakan Oligarki

Penulis : Grace El Dora
19 Apr 2022 | 13:27 WIB
BAGIKAN
Kendaraan melewati kantor penukaran mata uang di Moskow pada 18 April 2022. Bank Sentral Rusia telah membuka kembali kesempatan bagi bank untuk menjual uang tunai mata uang asing kepada warga, menurut laporan lokal. (FOTO: ALEXANDER NEMENOV / AFP)
Kendaraan melewati kantor penukaran mata uang di Moskow pada 18 April 2022. Bank Sentral Rusia telah membuka kembali kesempatan bagi bank untuk menjual uang tunai mata uang asing kepada warga, menurut laporan lokal. (FOTO: ALEXANDER NEMENOV / AFP)

PARIS, investor.id – Ekonom terkemuka Selasa (19/4) mendesak para pemimpin G20 untuk menyusun daftar aset dunia untuk melacak penghindar pajak, yang dapat menekan Rusia atas serangan Ukraina, dengan mengungkap kekayaan tersembunyi para oligarki.

Ekonom ternama Joseph Stiglitz dari Amerika Serikat (AS) dan Thomas Piketty dari Prancis menyampaikan seruan itu dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan di surat kabar The Guardian, menjelang pertemuan keuangan G20 Rabu (20/4).

“(Membangun kemajuan dalam berbagi informasi keuangan selama beberapa tahun terakhir) saatnya untuk daftar aset global untuk menargetkan kekayaan tersembunyi,” tulis surat itu, dirilis Selasa.

ADVERTISEMENT

Itu ditandatangani oleh anggota Komisi Independen untuk Reformasi Perpajakan Perusahaan Internasional (ICRICT), sebuah lembaga pemikir.

Kekuatan Barat telah meluncurkan serangkaian sanksi keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan sekutunya, sejak ia melancarkan agresi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Mereka yang diincar termasuk miliarder pemilik Chelsea Football Club, Roman Abramovich.

“(Oligarki Rusia diperkirakan memiliki) setidaknya US$ 1 triliun kekayaan di luar negeri, kerap disembunyikan di perusahaan lepas pantai yang kepemilikan sebenarnya sulit ditentukan,” kata surat itu.

“Di dinding non transparan ini, upaya negara-negara yang ingin memberikan sanksi ini sekarang tersandung,” tambahnya.

Dengan populasi yang menderita akibat dampak pandemi Covid-19, serangan Rusia ke Ukraina dinilai telah memperburuk konteks yang sudah mengkhawatirkan dengan kenaikan harga dan ketidakamanan.

“Kami sekarang memiliki kesempatan unik untuk membuat kemajuan dalam penerapan registri aset global,” jelasnya. Ini digunakan untuk memotong jaringan perusahaan terdepan dan menghubungkan semua jenis aset ke pemilik sebenarnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 44 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 48 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia