Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi Konsumen Tiongkok Meningkat pada April, Didorong Wabah Baru

Penulis : Grace El Dora
11 Mei 2022 | 15:12 WIB
BAGIKAN
Foto yang diambil pada 10 Mei 2022 ini menunjukkan pekerja medis mengambil sampel swab dari warga yang tidak bisa keluar rumah untuk dites virus corona Covid-19 di Xiayi, Provinsi Henan, Tiongkok tengah. (FOTO: STR / AFP)
Foto yang diambil pada 10 Mei 2022 ini menunjukkan pekerja medis mengambil sampel swab dari warga yang tidak bisa keluar rumah untuk dites virus corona Covid-19 di Xiayi, Provinsi Henan, Tiongkok tengah. (FOTO: STR / AFP)

BEIJING, investor.id – Inflasi konsumen Tiongkok naik pada laju tercepatnya dalam hampir setengah tahun, menurut data resmi pemerintah yang dirilis Rabu (11/5). Ini mencerminkan peningkatan biaya pembatasan terkait strategi nol kasus Covid-19 di negara itu dan harga komoditas yang tinggi.

Indeks harga konsumen (CPI) April 2022, ukuran utama inflasi ritel, naik lebih dari yang diharapkan pada 2,1% tahun ini, naik dari level yang terlihat bulan sebelumnya, kata Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok.

Kerusakan dari strategi ketat nol kasus Covid-19 Tiongkok semakin tercermin dalam data ekonomi. Pasalnya, penguncian (lockdown) di kota-kota utama seperti Shanghai menggerak rantai pasokan dan mendorong harga transportasi.

ADVERTISEMENT

“(Ini karena) faktor-faktor seperti epidemi domestik dan kenaikan harga komoditas internasional yang terus berlanjut,” kata ahli statistik senior biro Dong Lijuan dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Sejak April 2022 kota terbesar Tiongkok, Shanghai, hampir seluruhnya ditutup.

Sebagian besar dari 25 juta penduduk Tiongkok dikurung di rumah mereka, sementara barang-barang menumpuk di pelabuhan-pelabuhan ketika pihak berwenang bergegas membasmi gelombang Covid-19 terburuk sejak awal pandemi.

Dong mengatakan bahwa kenaikan biaya logistik selama pandemi dan peningkatan permintaan untuk penimbunan menaikkan harga kentang, telur, dan buah-buahan segar.

Angka terbaru juga menunjukkan bahwa setelah empat bulan berturut-turut mengalami kontraksi, harga pangan secara keseluruhan naik untuk pertama kalinya secara tahunan pada April 2022.

Sementara itu indeks harga produsen (PPI), yang mengukur harga pokok barang di gerbang pabrik, tercatat sebesar 8,0%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan, tetapi sedikit turun dibandingkan hasil Maret 2022.

Alasan utamanya adalah harga komoditas seperti minyak mentah dan logam non ferro tetap pada level tinggi, kata Dong.

Gangguan pasokan terkait virus kemungkinan juga mendorong harga produsen, kata Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics dalam sebuah laporan baru-baru ini.

Namun dia menambahkan pada Rabu bahwa sumber utama dari harga yang lebih tinggi terus menjadi minyak, gas, dan bijih besi. Menurutnya, harga pabrik barang-barang konsumen dan elektronik tidak berubah bulan lalu.

“Kami pikir inflasi harga produsen akan terus turun kembali pada kuartal mendatang,” ujarnya.

Data ekonomi April 2022 yang lemah mengikuti data industri yang dirilis Selasa (10/5) yang menunjukkan bahwa Tiongkok mengalami penurunan terbesar dalam penjualan mobil dalam dua tahun. Ini kemungkinan karena sentimen konsumen yang terpukul oleh pembatasan Covid-19.

Penjualan kendaraan anjlok 35% menjadi sekitar 1 juta unit pada April 2022, menurut Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok. Penurunan ini belum pernah terlihat sejak Maret 2020.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia