Jumat, 15 Mei 2026

Musk Tidak Beli Twitter Tanpa Kejelasan Soal Akun Spam

Penulis : Grace El Dora
18 Mei 2022 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Sebuah tanda dipasang di bagian luar kantor pusat Twitter di San Francisco, California, AS. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)
Sebuah tanda dipasang di bagian luar kantor pusat Twitter di San Francisco, California, AS. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

NEW YORK, investor.id – Miliarder Elon Musk mengatakan bahwa tawarannya untuk membeli Twitter tidak akan dilanjutkan, kecuali dia mendapatkan kejelasan bukti dari jumlah akun spam yang mengganggu platform tersebut. Ia menambahkan, semakin banyak ketidakpastian dalam pengejarannya terhadap raksasa media sosial tersebut.

Perubahan terbaru dari langkah senilai US$ 44 miliar untuk mengakuisisi platform utama ini memicu spekulasi, apakah orang terkaya di dunia itu mencoba mengecilkan label harga atau bahkan mundur dari kesepakatan.

Beberapa jam setelah cuitan pagi Musk tentang bot, Twitter bersikeras kesepakatan itu terus berlanjut dan tanpa penundaan.

ADVERTISEMENT

“Twitter berkomitmen untuk menyelesaikan transaksi dengan harga dan persyaratan yang disepakati secepat mungkin,” tulis perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang menyertai pengajuan ke regulator Amerika Serikat (AS), Selasa (18/5).

Musk minggu lalu berkomentar di Twitter bahwa ttawarannya untuk perusahaan itu sementara ditahan, menunggu pertanyaan tentang perkiraan jumlah akun palsu, atau bot.

Kemudian pada Selasa pagi waktu setempat, ia mendorong untuk informasi lebih lanjut dan menulis kepada hampir 94 juta pengikutnya di jejaring sosial. “Kemarin, CEO Twitter secara terbuka menolak untuk menunjukkan bukti <5%. Kesepakatan ini tidak dapat dilanjutkan sampai dia melakukannya,” unggahnya.

CEO Twitter Parag Agrawal mengatakan bahwa platform itu menangguhkan lebih dari setengah juta akun yang tampaknya palsu setiap hari, biasanya bahkan sebelum mereka terlihat. Perusahaan juga setiap minggu mengunci jutaan akun lainnya, yang gagal dalam pemeriksaan, untuk memastikan mereka dikendalikan oleh manusia dan bukan oleh perangkat lunak.

Ukuran internal menunjukkan bahwa kurang dari 5% akun yang aktif pada hari tertentu di Twitter adalah spam. Tetapi analisis itu tidak dapat direplikasi secara eksternal karena kebutuhan untuk menjaga kerahasiaan data pengguna, menurut Agrawal.

Musk mengunggah bahwa jumlah bot sebenarnya mungkin empat kali lipat dari yang diklaim Twitter dan bisa jauh lebih tinggi, tukasnya. CEO Tesla tersebut mengatakan, dirinya akan menyingkirkan itu sebagai prioritas jika dia memiliki Twitter.

“Jadi, bagaimana pengiklan tahu apa yang mereka dapatkan dari uang mereka?” cuit Musk, dalam tanggapan berikutnya tentang perlunya membuktikan pengguna Twitter adalah orang-orang nyata.

“Ini fundamental bagi kesehatan finansial Twitter,” imbuhnya.

Namun Agrawal bersikeras bahwa proses yang digunakan untuk memperkirakan berapa banyak akun bot telah diberitahukan kepada Musk.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 51 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia