Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah tanda dipasang di bagian luar kantor pusat Twitter di San Francisco, California, AS. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Sebuah tanda dipasang di bagian luar kantor pusat Twitter di San Francisco, California, AS. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Musk Tidak Beli Twitter Tanpa Kejelasan Soal Akun Spam

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:30 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Miliarder Elon Musk mengatakan bahwa tawarannya untuk membeli Twitter tidak akan dilanjutkan, kecuali dia mendapatkan kejelasan bukti dari jumlah akun spam yang mengganggu platform tersebut. Ia menambahkan, semakin banyak ketidakpastian dalam pengejarannya terhadap raksasa media sosial tersebut.

Perubahan terbaru dari langkah senilai US$ 44 miliar untuk mengakuisisi platform utama ini memicu spekulasi, apakah orang terkaya di dunia itu mencoba mengecilkan label harga atau bahkan mundur dari kesepakatan.

Advertisement

Baca juga: PDB Kuartal I-2022 Jepang Kontraksi 1% Akibat Corona dan Inflasi

Beberapa jam setelah cuitan pagi Musk tentang bot, Twitter bersikeras kesepakatan itu terus berlanjut dan tanpa penundaan.

“Twitter berkomitmen untuk menyelesaikan transaksi dengan harga dan persyaratan yang disepakati secepat mungkin,” tulis perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang menyertai pengajuan ke regulator Amerika Serikat (AS), Selasa (18/5).

Musk minggu lalu berkomentar di Twitter bahwa ttawarannya untuk perusahaan itu sementara ditahan, menunggu pertanyaan tentang perkiraan jumlah akun palsu, atau bot.

Kemudian pada Selasa pagi waktu setempat, ia mendorong untuk informasi lebih lanjut dan menulis kepada hampir 94 juta pengikutnya di jejaring sosial. “Kemarin, CEO Twitter secara terbuka menolak untuk menunjukkan bukti <5%. Kesepakatan ini tidak dapat dilanjutkan sampai dia melakukannya,” unggahnya.

CEO Twitter Parag Agrawal mengatakan bahwa platform itu menangguhkan lebih dari setengah juta akun yang tampaknya palsu setiap hari, biasanya bahkan sebelum mereka terlihat. Perusahaan juga setiap minggu mengunci jutaan akun lainnya, yang gagal dalam pemeriksaan, untuk memastikan mereka dikendalikan oleh manusia dan bukan oleh perangkat lunak.

Baca juga: Studi: Tiongkok Muncul Lagi Sebagai Pusat Penambangan Bitcoin

Ukuran internal menunjukkan bahwa kurang dari 5% akun yang aktif pada hari tertentu di Twitter adalah spam. Tetapi analisis itu tidak dapat direplikasi secara eksternal karena kebutuhan untuk menjaga kerahasiaan data pengguna, menurut Agrawal.

Musk mengunggah bahwa jumlah bot sebenarnya mungkin empat kali lipat dari yang diklaim Twitter dan bisa jauh lebih tinggi, tukasnya. CEO Tesla tersebut mengatakan, dirinya akan menyingkirkan itu sebagai prioritas jika dia memiliki Twitter.

“Jadi, bagaimana pengiklan tahu apa yang mereka dapatkan dari uang mereka?” cuit Musk, dalam tanggapan berikutnya tentang perlunya membuktikan pengguna Twitter adalah orang-orang nyata.

“Ini fundamental bagi kesehatan finansial Twitter,” imbuhnya.

Namun Agrawal bersikeras bahwa proses yang digunakan untuk memperkirakan berapa banyak akun bot telah diberitahukan kepada Musk.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN