Jumat, 15 Mei 2026

PM Inggris: Serangan Putin Contoh Sempurna Maskulinitas Beracun

Penulis : Grace El Dora
29 Jun 2022 | 15:49 WIB
BAGIKAN
(ka-ki) Ratu Spanyol Letizia, Raja Spanyol Felipe VI dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berfoto sebelum pertemuan mereka selama KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Palacio Real, Madrid, Spanyol pada 28 Juni 2022. (FOTO: JUANJO MARTIN / POOL / AFP)
(ka-ki) Ratu Spanyol Letizia, Raja Spanyol Felipe VI dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berfoto sebelum pertemuan mereka selama KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Palacio Real, Madrid, Spanyol pada 28 Juni 2022. (FOTO: JUANJO MARTIN / POOL / AFP)

BERLIN, investor.id – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa serangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina adalah conton sempurna dari maskulinitas beracun. Menurutnya, Putin tidak akan memulai perang di Ukraina jika dia seorang wanita.

“Jika Putin adalah seorang wanita, yang jelas dia bukan (wanita), tetapi jika iya, saya benar-benar tidak berpikir dia akan memulai perang serangan dan kekerasan yang gila dan macho seperti yang dia lakukan,” kata Johnson kepada penyiar Jerman ZDF Rabu (29/6).

Serangan Putin ke Ukraina adalah contoh sempurna dari maskulinitas beracun, ungkapnya.

Johnson juga menyerukan pentingnya pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak perempuan di seluruh dunia dan perlunya lebih banyak jumlah wanita dalam posisi kekuasaan.

ADVERTISEMENT

Perdana Menteri Inggris tersebut mengakui. tentu saja orang ingin perang berakhir. “(Tetapi untuk saat ini) tidak ada kesepakatan yang tersedia. Putin tidak menawarkan perdamaian,” serunya.

Sekutu Barat harus mendukung Ukraina untuk memungkinkannya berada di posisi strategis terbaik, kata Johnson, jika negosiasi damai dengan Rusia menjadi mungkin.

Desak NATO Tambah Pertahanan

Di hari yang sama, Johnson mendesak sekutu aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada pertemuan puncak di Madrid, Spanyol untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka dalam menanggapi serangan Rusia ke Ukraina.

Setelah pemerintah Rusia mencaplok Krimea pada 2014, negara-negara anggota NATO berjanji untuk menghabiskan setidaknya 2,0% dari produk domestik bruto (PDB) mereka untuk pertahanan guna memastikan kesiapan aliansi pada 2024.

Hanya delapan dari 30 negara anggota NATO yang memenuhi atau melampaui target ini pada 2021. Tetapi sejumlah negara seperti Jerman dan Italia kembali meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka tahun ini karena perang di Ukraina.

“Kami membutuhkan sekutu, semua sekutu, agar menggali lebih dalam untuk memulihkan pencegahan dan memastikan pertahanan dalam satu dekade ke depan,” kata Johnson di konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO di Madrid pada Rabu, menurut pernyataan resmi kantor perdana menteri.

“(Dana) 2% itu selalu dimaksudkan sebagai dasar, bukan langit-langit. Dan sekutu harus terus melangkah di masa krisis ini,” tambahnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia