Menu
Sign in
@ Contact
Search
(ka-ki) Ratu Spanyol Letizia, Raja Spanyol Felipe VI dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berfoto sebelum pertemuan mereka selama KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Palacio Real, Madrid, Spanyol pada 28 Juni 2022. (FOTO: JUANJO MARTIN / POOL / AFP)

(ka-ki) Ratu Spanyol Letizia, Raja Spanyol Felipe VI dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berfoto sebelum pertemuan mereka selama KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Palacio Real, Madrid, Spanyol pada 28 Juni 2022. (FOTO: JUANJO MARTIN / POOL / AFP)

PM Inggris: Serangan Putin Contoh Sempurna Maskulinitas Beracun

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:49 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BERLIN, investor.id – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa serangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina adalah conton sempurna dari maskulinitas beracun. Menurutnya, Putin tidak akan memulai perang di Ukraina jika dia seorang wanita.

“Jika Putin adalah seorang wanita, yang jelas dia bukan (wanita), tetapi jika iya, saya benar-benar tidak berpikir dia akan memulai perang serangan dan kekerasan yang gila dan macho seperti yang dia lakukan,” kata Johnson kepada penyiar Jerman ZDF Rabu (29/6).

Serangan Putin ke Ukraina adalah contoh sempurna dari maskulinitas beracun, ungkapnya.

Johnson juga menyerukan pentingnya pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak perempuan di seluruh dunia dan perlunya lebih banyak jumlah wanita dalam posisi kekuasaan.

Baca juga: Tiongkok Perpanjang Tarif Anti Dumping untuk Impor Produk Baja Tertentu UE dan Inggris

Perdana Menteri Inggris tersebut mengakui. tentu saja orang ingin perang berakhir. “(Tetapi untuk saat ini) tidak ada kesepakatan yang tersedia. Putin tidak menawarkan perdamaian,” serunya.

Sekutu Barat harus mendukung Ukraina untuk memungkinkannya berada di posisi strategis terbaik, kata Johnson, jika negosiasi damai dengan Rusia menjadi mungkin.

Desak NATO Tambah Pertahanan

Di hari yang sama, Johnson mendesak sekutu aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada pertemuan puncak di Madrid, Spanyol untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka dalam menanggapi serangan Rusia ke Ukraina.

Setelah pemerintah Rusia mencaplok Krimea pada 2014, negara-negara anggota NATO berjanji untuk menghabiskan setidaknya 2,0% dari produk domestik bruto (PDB) mereka untuk pertahanan guna memastikan kesiapan aliansi pada 2024.

Hanya delapan dari 30 negara anggota NATO yang memenuhi atau melampaui target ini pada 2021. Tetapi sejumlah negara seperti Jerman dan Italia kembali meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka tahun ini karena perang di Ukraina.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Kyiv

“Kami membutuhkan sekutu, semua sekutu, agar menggali lebih dalam untuk memulihkan pencegahan dan memastikan pertahanan dalam satu dekade ke depan,” kata Johnson di konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO di Madrid pada Rabu, menurut pernyataan resmi kantor perdana menteri.

“(Dana) 2% itu selalu dimaksudkan sebagai dasar, bukan langit-langit. Dan sekutu harus terus melangkah di masa krisis ini,” tambahnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com