Pemerintah AS Usulkan Pendanaan Chip pada Februari 2023
WASHINGTON, investor.id – Departemen Perdagangan (Depdag) Amerika Serikat (AS) mengungkap harapannya bahwa pada Februari tahun depan, pihaknya sudah mulai mengupayakan pengajuan subsidi chip semikonduktor pemerintah senilai US$ 39 miliar untuk membangun fasilitas baru dan memperluas produksi.
Kongres AS sendiri pada Agustus telah menyetujui anggaran sebesar US$ 52,7 miliar untuk manufaktur semikonduktor, penelitian dan kredit pajak investasi 25% pada pabrik-pabrik chip, yang diperkirakan bernilai US$ 24 miliar. Kredit tersebut berlaku untuk proyek-proyek yang memulai konstruksi setelah 1 Januari 2023.
Presiden Joe Biden telah menandatangani undang-undang (UU) yang bertujuan meningkatkan upaya untuk membuat Amerika Serikat lebih kompetitif dengan Tiongkok sekaligus memberikan subsidi manufaktur chip AS. Langkah ini sebagai upaya mengurangi kekurangan chip berkepanjangan yang telah memengaruhi segala barang eletronik, mulai dari mesin cuci dan video game hingga mobil dan senjata.
Menurut Departemen Perdagangan AS, dokumen pendanaan yang dirilis pada Selasa (6/9) akan memberikan panduan pengajuan khusus, yang bakal dirilis pada awal Februari 2023. Penghargaan dan pinjaman-pinjaman akan diberikan secara bergulir segera setelah permohonan dapat diproses, dievaluasi, dan dinegosiasikan secara bertanggung jawab.
Departemen tersebut menambahkan bahwa pihak berwenang berencana memanfaatkan dana sebesar US$ 28 miliar untuk membangun produksi chip logika dan chip memori canggih di dalam negeri, yang memerlukan proses manufaktur paling canggih yang tersedia saat ini.
Sedangkan sebesar US$ 10 miliar akan dimanfaatkan untuk proyek kapasitas manufaktur baru bagi chip-chip generasi saat ini dan matang, teknologi-teknologi baru dan khusus, juga untuk pemasok industri semikonduktor, mencakup chip yang digunakan oleh produsen mobil, senjata, dan peralatan medis.
UU tentang chip juga mencakup anggaran US$ 11 miliar untuk belanja penelitian dan pengembangan.
Selain itu, Departemen Perdagangan dapat menggunakan hingga U$ 6 miliar untuk mendukung pinjaman atau jaminan pinjaman daripada hibah, dan dapat pula dimanfaatkan untuk mendukung program kredit US$ 75 miliar.
Menteri Perdagangan Gina Raimondo mengatakan kepada Reuters dalam wawancara minggu lalu, bahwa prioritas pertama adalah menempatkan tim untuk mengawasi program tersebut dan kemudian mengeluarkan prinsip dan pedoman tingkat tinggi tentang bagaimana kami akan menjalankan program ini, dan kemudian kami akan memiliki periode keterlibatan pemangku kepentingan yang cukup intensif selama beberapa bulan ke depan.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


