Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Memerah

Penulis : Indah Handayani
14 Sep 2022 | 05:41 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa saham Eropa
Sumber: Antara
ilustrasi bursa saham Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis berakhir memerah pada perdagangan Selasa waktu setempat (13/9/2022).

Saham-saham Inggris berbalik melemah setelah membukukan keuntungan tiga hari berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London merosot 87,17 poin (1,17%) menjadi menetap di 7.385,86 poin.

Indeks FTSE 100 terkerek 121,96 poin (1,66%) menjadi 7.473,03 poin pada Senin (12/9/2022), setelah bertambah 89,01 poin (1,23%) menjadi 7.351,07 poin pada Jumat (9/9/2022), dan menguat 24,23 poin (0,33%) menjadi 7.262,06 poin pada Kamis (8/9/2022).

ADVERTISEMENT

Ocado Group PLC, perusahaan yang mendistribusikan berbagai macam produk konsumen ritel dan menyediakan pengiriman ke rumah-rumah membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjun 14,59 %.

Sedangkan saham-saham Jerman menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt jatuh 213,32 poin (1,59%) menjadi menetap di 13.188,95 poin.

Indeks DAX 40 melambung 314,06 poin (2,4%) menjadi 13.402,27 poin pada Senin (12/9/2022), setelah melonjak 183,89 poin (1,43%) menjadi 13.088,21 poin pada Jumat (9/9/2022), dan tergelincir 11,65 poin (0,09%) menjadi 12.904,32 poin pada Kamis (8/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen Indeks DAX 40, hanya lima saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 35 saham lainnya mengalami kerugian.

Zalando SE, sebuah perusahaan penyelenggara penjualan daring aksesoris fesyen pria dan wanita menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 8,33 %.

Sementara itu, saham-saham Prancis ditutup turun tajam menyusul aksi ambil untung dari kenaikan selama lima hari berturut-turut. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris tergerus 87,90 poin (1,39%) menjadi menetap di 6.245,69 poin.

Indeks CAC 40 melonjak 121,26 poin (1,95%) menjadi 6.333,59 poin pada Senin (12/9/2022), setelah terangkat 86,43 poin (1,41%) menjadi 6.212,33 poin pada Jumat (9/9/2022), dan menguat 19,98 poin (0,33%) menjadi 6.125,90 poin pada Kamis (8/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen Indeks CAC 40, hanya lima saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 35 saham lainnya menderita kerugian.

Alstom SA, sebuah perusahaan yang mengembangkan dan memasarkan sistem terintegrasi untuk sektor transportasi multinasional Prancis menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 4,46 %.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia