Jumat, 15 Mei 2026

Nomura Sebut The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga 100 bps pada September

Penulis : Indah Handayani
14 Sep 2022 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Nomura Holdings Inch. Foto: nytimes.com
Nomura Holdings Inch. Foto: nytimes.com

NEW YORK, investor.id – Analis Nomura mengatakan The Federal Open Market Committee (FOMC), komite penetapan kebijakan Federal Reserve, kemungkinan bakal menaikkan suku bunga sebesar persentase poin penuh atau 100 bps pada pertemuan kebijakannya minggu depan. Ditengah meningkatkanya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed, menyusul naiknya angka inflasi di Amerika Serikat (AS) bulan Agustus 2022. 

Para trader telah meningkatkan spekulasi mereka menjadi 100 basis poin, sejak Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa pagi merilis laporan Indeks Harga Konsumen AS Agustus yang lebih panas dari perkiraan yang tampaknya akan memperkuat sikap agresif The Fed.

FOMC akan merilis keputusan kebijakannya pada 20-21 September.

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah catatan penelitian, Nomura juga mengatakan pihaknya menaikkan perkiraan untuk posisi suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4,50%-4,75% pada Februari 2023.

CPI naik 0,1% bulan lalu dari Juli, dan naik 8,3% dalam 12 bulan hingga Agustus, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Selasa (13/9/2022).

Para ekonom memperkirakan adanya penurunan bulanan di tengah penurunan harga energi, membuka jalan bagi bank sentral AS untuk mungkin memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Namun, laporan tersebut menunjukkan percepatan inflasi di sektor jasa dan kenaikan biaya sewa yang mengkhawatirkan, yang cenderung tidak stabil dari satu bulan ke bulan berikutnya.

"Untuk beberapa waktu, kami telah menyoroti munculnya spiral upah-harga dan ekspektasi inflasi yang semakin tidak terkendali sebagai faktor yang dapat membuat inflasi terus meningkat lebih lama, membutuhkan respons yang lebih kuat dari The Fed. Dengan data terbaru, kami percaya risiko tersebut mulai terwujud melalui inflasi terukur yang lebih tinggi di berbagai barang dan jasa," tulis bank investasi tersebut.

Sementara penetapan harga oleh trader pasar uang condong ke arah kenaikan suku bunga 75 basis poin minggu depan. FEDWATCH, peluang pasar bahwa Fed akan menaikkan suku dengan persentase poin penuh telah meningkat sepanjang hari dan bertahan sekitar 35%, naik dari nol per tahun sehari sebelum laporan CPI.  

Pasar melihat tingkat kebijakan mencapai kisaran 4,00%-4,25% pada akhir tahun ini, dan 4,25%-4,5% pada bulan Maret.

Nomura memperkirakan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan November dan Desember. Saat ini suku bunga The Fed berada di kisaran 2,25%-2,50%, mengikuti kenaikan 75 basis poin Fed pada bulan Juli.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 51 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia