Jumat, 15 Mei 2026

Tiongkok Tolak Elon Musk Jual Internet Starlink di Negaranya

Penulis : Grace El Dora
10 Okt 2022 | 14:55 WIB
BAGIKAN
Pendiri SpaceX dan CEO Tesla Elon Musk berbicara di layar selama Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol pada 29 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Nacho Doce/File Photo)
Pendiri SpaceX dan CEO Tesla Elon Musk berbicara di layar selama Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol pada 29 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Nacho Doce/File Photo)

BEIJING, investor.id – Miliarder Elon Musk mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok tidak ingin ia menjual layanan internet satelit Starlink di Tiongkok. Laporan Financial Times jelas mengatakan negara tersebut menolak penjualan sistem komunikasi tersebut.

“Musk mengatakan Tiongkok telah memperjelas ketidaksetujuannya atas peluncuran Starlink, sistem komunikasi satelit SpaceX baru-baru ini, di Ukraina untuk membantu militer menghindari pemutusan internet Rusia,” kata surat kabar itu dalam kolom “Makan Siang dengan FT” terbarunya, dilansir Senin (10/10).

“Ia mengatakan Tiongkok mencari jaminan bahwa ia (Musk) tidak akan menjual Starlink di Tiongkok,” kata artikel itu.

ADVERTISEMENT

FT tidak mengatakan apakah Musk menyetujui permintaan pemerintah Tiongkok. Pemimpin bisnis yang merupakan CEO Tesla dan SpaceX itu tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Raksasa Mobil Listrik Musk, Tesla, bergantung pada Tiongkok untuk lebih dari 20% pendapatannya dan memiliki pabrik besar di Shanghai.

Berbeda dengan kecaman pemerintah Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain atas serangan Rusia ke Ukraina tahun ini, Tiongkok telah menolak menyebut serangan itu sebagai invasi.

Pihak Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir lebih menekankan pada pengembangan teknologinya sendiri, termasuk di bidang kedirgantaraan.

Raksasa telekomunikasi domestik seperti China Mobile dan Huawei telah membantu Tiongkok mencapai salah satu penetrasi internet 5G tertinggi di dunia.

Selain itu, pemerintah negara tersebut menyelesaikan sistem komunikasi satelitnya sendiri yakni Beidou pada 2020. Sistem ini menyaingi Sistem Pemosisian Global (GPS) milik pemerintah AS.

Kementerian Perdagangan Tiongkok serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi tidak segera menanggapi permintaan komentar.

FT mengatakan Musk mengharapkan Tesla akan terjebak dalam konflik yang tak terhindarkan atas Taiwan, tetapi masih dapat mengirim ke pelanggan di Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok menganggap pulau yang diperintah sendiri secara demokratis itu sebagai bagian dari wilayahnya dan telah berulang kali menyatakan tujuannya untuk reunifikasi damai.

“(Rekomendasinya) adalah untuk mencari tahu zona administrasi khusus untuk Taiwan yang cukup nyaman, mungkin tidak akan membuat semua orang senang,” kata Musk menurut laporan FT.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok diminta menanggapi rekomendasi Musk soal Taiwan.

“Kami tetap berkomitmen pada prinsip dasar reunifikasi damai dan (moto) ‘Satu Negara, Dua Sistem’ serta bertujuan untuk bekerja dengan ketulusan dan upaya terbesar untuk mencapai penyatuan kembali dengan damai,” jelasnya.

“Pada saat yang sama, kami akan dengan tegas mengalahkan upaya untuk mengejar agenda separatis ‘kemerdekaan Taiwan’, mendorong kembali campur tangan kekuatan eksternal, serta menjaga kedaulatan dan integritas teritorial kami,” kata juru bicara itu pada konferensi pers reguler, Sabtu (8/10).

Qin Gang, duta besar Tiongkok untuk AS, berterima kasih kepada Musk atas gagasan itu dalam sebuah cuitan dari media sosial Twitter.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia