Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Setop Rugi Beruntun

Penulis : Indah Handayani
14 Okt 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa eropa
ilustrasi bursa eropa

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis setop kerugian yang terjadi dalam enam hari beruntun. Hal ini karena saham-saham tersebut berakhir di wilayah positif pada perdagangan Kamis waktu setempat (13/10/2022).  

Saham-saham Inggris dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terkerek 24,12 poin (0,35%) menjadi menetap di 6.850,27 poin.

Indeks FTSE 100 merosot 59,08 poin (0,86%) menjadi 6.826,15 poin pada Rabu (12/10/2022). Setelah jatuh 74,08 poin (1,06%) menjadi 6.885,23 poin pada Selasa (11/10/2022). Tergelincir 31,78 poin (0,45%) menjadi 6.959,31 poin pada Senin (10/10/2022).

ADVERTISEMENT

Ocado Group PLC, sebuah perusahaan yang mendistribusikan berbagai macam produk konsumen ritel dan menyediakan pengiriman ke rumah-rumah melambung 10,86%, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Sedangkan saham-saham Jerman dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terangkat 183,32 poin (1,51%) menjadi menetap di 12.355,58 poin.

Indeks DAX 40 tergelincir 47,99 poin (0,39%) menjadi 12.172,26 poin pada Rabu (12/10/2022). Setelah tergerus 52,69 poin (0,43%) menjadi 12.220,25 poin pada Selasa (11/10/2022). Turun tipis 0,06 poin (0,00 %) menjadi 12.272,94 poin pada Senin (10/10/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 31 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara delapan saham mengalami kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Deutsche Bank AG, sebuah perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional Jerman melambung 7,34 %, menjadi top gainer dari saham blue chips.

Sementara itu, saham-saham Prancis dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris bangkit 60,72 poin (1,04%) menjadi menetap di 5.879,19 poin.

Indeks CAC 40 terpangkas lagi 14,73 poin (0,25%) menjadi 5.818,47 poin pada Rabu (12/10/2022). Setelah jatuh 7,35 poin (0,13%) menjadi 5.833,20 poin pada Selasa (11/10/2022). Tergelincir 26,39 poin (0,45%) menjadi 5.840,55 poin pada Senin (10/10/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 32 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara delapan saham lainnya menderita kerugian.

Safran SA, sebuah perusahaan pemasok sistem dan peralatan kedirgantaraan dan pertahanan multinasional Prancis melonjak 4,85 %, menjadi top gainer dari saham blue chips.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia