RI-Tiongkok Teken Rencana Kerja Sama untuk Memajukan Kolaborasi
NUSA DUA, investor.id – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah menandatangani “Rencana Kerja Sama untuk Memajukan Kolaborasi Bersama” dalam Kerangka Kerja Poros Maritim Global (Global Maritime Fulcrum/GMF) dan Inisiatif Sabuk Jalan (Belt Road Initiative/BRI), Perjanjian untuk Memperluas dan Memperdalam Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Bilateral, dan serangkaian dokumen kerja sama lain tentang ekonomi digital, pendidikan, pelatihan kejuruan, pertanian, kesehatan, tanaman obat, media, pembiayaan infrastruktur dan impor pisang Indonesia.
Disampaikan dalam pernyataan bersama antara RI dan Tiongkok bahwa kedua belah pihak juga merumuskan “Rencana Aksi Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok (2022-2026)” dengan tujuan memberikan rencana, dan peta jalan terintegrasi untuk pertukaran dan kerja sama antara kedua negara di semua bidang dalam lima tahun ke depan.
Alasan dibalik perumusan itu adalah dalam rangka mengamankan langkah-langkah konkrit untuk lebih memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok dan berusaha membangun komunitas Indonesia-Tiongkok dengan masa depan bersama.
“Di bawah bimbingan kedua Kepala Negara kedua negara kita akan memperkuat koordinasi strategis dan membuat rencana menyeluruh untuk kerja sama konkrit di berbagai bidang, memainkan Mekanisme Dialog dan Kerjasama Tingkat Tinggi (High-level Dialogue and Cooperation Mechanism/HDCM) Indonesia-Tiongkok dan mekanisme-mekanisme bilateral lainnya yang sudah ada, mengonsolidasikan sinergi baru melalui kerja sama empat pilar yang meliputi politik, ekonomi, pertukaran antar manusia dan proyek maritim, serta memperkuat koordinasi strategis dalam urusan regional dan multilateral,” demikian isi pernyataan bersama RI dan RRT pada Rabu (16/11/2022) yang dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri RI.
Sebelumnya atas undangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri KTT Pemimpin G20 ke-17 di Bali, Indonesia. Kemudian pada Rabu, kedua presiden mengadakan pembicaraan yang ramah dan bersahabat tentang kerja sama bilateral dan masalah besar lainnya terkait situasi saat ini, serta mencapai konsensus penting baru guna memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok dan berjuang untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama.
Dalam percakapan itu, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen untuk menjunjung prinsip non-campur tangan dalam urusan internal satu sama lain, dan terus saling mendukung dengan tegas dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti seperti kedaulatan nasional, keamanan dan integritas wilayah.
“Pemerintah Indonesia menegaskan kembali kepatuhannya yang teguh pada kebijakan Satu Tiongkok, dukungannya yang berkelanjutan untuk pembangunan damai hubungan Lintas Selat dan reunifikasi damai Tiongkok. Sebaliknya, Tiongkok menegaskan kembali dukungannya yang kuat terhadap upaya Indonesia untuk mengamankan persatuan nasional dan integritas wilayahnya,” kata pernyataan.
Kedua belah pihak juga sepakat pembangunan infrastruktur sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara berkembang. Mereka pun sepakat melanjutkan proyek-proyek berkualitas tinggi di bawah sinergi GMF dan BRI serta membangun lebih banyak proyek-proyek unggulan, seperti Koridor Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Corridor) dan “Two Countries, Twin Parks”.
Pembangunan Berkelanjutan
Baik Indonesia dan Tiongkok sangat mementingkan kerja sama untuk pembangunan berkelanjutan, termasuk di bawah kerangka Inisiatif Pembangunan Global (GDI). Kedua negara itu juga bakal memperdalam kerja sama di bidang-bidang, seperti pengentasan dan penurunan angka kemiskinan, revitalisasi pedesaan dan pembiayaan berorientasi pembangunan, mempercepat penggarapan titik pertumbuhan baru pada pembangunan hijau dan ekonomi digital, serta melakukan kerja sama dalam proyek-proyek besar di Indonesia seperti ibu kota baru dan Kawasan Industri Kalimantan Utara.
Kedua pemerintahan menyampaikan akan memperluas kerja sama perdagangan dan investasi dalam semangat saling menguntungkan dan timbal balik serta mendorong peningkatan industri, menjaga stabilitas rantai pasokan dan rantai industri, memastikan ketahanan pangan dan ketahanan energi, sehingga bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan regional dan global pemulihan di era pasca pandemi.
Baca Juga:
Bareng PLN dan Perusahaan Tiongkok, Emiten Grup Sinar Mas (DSSA) Mau Bangun Pabrik Solar Panel“Kedua negara sangat mementingkan kerja sama kesehatan dan akan lebih mempromosikan kerja sama rantai industri vaksin secara keseluruhan serta penelitian dan pengembangan obat, memperkuat kerja sama dalam penelitian, pengembangan dan produksi vaksin dan genomik, sekaligus mendukung Indonesia dalam upaya membangun vaksin regional hub, dan terus memainkan peran teladan dalam kerja sama kesehatan dan perang melawan Covid-19, untuk meningkatkan tata kelola kesehatan masyarakat global,” demikian isi pernyataan.
Di samping itu, kedua belah pihak akan memainkan sepenuhnya mekanisme kerja sama maritim yang ada untuk memperdalam kerja sama di bidang-bidang, seperti penelitian ilmiah kelautan dan perlindungan lingkungan, keselamatan navigasi, pencegahan dan mitigasi bencana, peningkatan kapasitas maritim dan perikanan serta meneruskan proyek-proyek, seperti Lumbung Ikan Nasional dan memajukan kerja sama maritim dengan proyek-proyek baru.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






