Jumat, 15 Mei 2026

Sekjen NATO Peringatkan Barat Agar Tak Remehkan Rusia

Penulis : Grace El Dora
2 Des 2022 | 14:31 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kiri) berbincang dengan Sekjen Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg saat KTT NATO di Madrid, Spanyol pada 29 Juni 2022. Dalam pertemuan tersebut, NATO mendeklarasikan Rusia sebagai "ancaman langsung dan signifikan" terhadap perdamaian dan keamanan anggotanya. (Foto: ANTARA FOTO/Susan Walsh/Pool via REUTERS/wsj)
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kiri) berbincang dengan Sekjen Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg saat KTT NATO di Madrid, Spanyol pada 29 Juni 2022. Dalam pertemuan tersebut, NATO mendeklarasikan Rusia sebagai "ancaman langsung dan signifikan" terhadap perdamaian dan keamanan anggotanya. (Foto: ANTARA FOTO/Susan Walsh/Pool via REUTERS/wsj)

BERLIN, investor.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg memperingatkan Barat agar tidak meremehkan Rusia, meskipun Ukraina saat ini unggul dalam melancarkan serangan balasannya.

Keuntungan yang diperoleh Ukraina, kata dia, adalah berkat perlawanan heroik rakyat Ukraina dan dukungan penuh dari sekutu NATO.

“Tetapi kita tidak boleh meremehkan Rusia. Rudal dan pesawat nirawak Rusia terus menghujani kota-kota Ukraina, warga sipil, dan infrastruktur penting, menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa saat musim dingin tiba,” kata Stoltenberg ketika menyampaikan pidato di Konferensi Keamanan Berlin di Jerman, dilansir dari Antara Jumat (2/12).

ADVERTISEMENT

Dia menggarisbawahi bahwa sekutu NATO akan terus memberikan dukungan militer ke Ukraina dengan mengirimkan senjata canggih dan sistem pertahanan udara.

Stoltenberg pun menyambut baik dukungan pemerintah Jerman untuk Ukraina dengan memberikan bantuan keuangan, kemanusiaan, dan militer yang signifikan.

“Kita melihat perbedaan yang terjadi setiap hari di medan perang. Dan penting untuk lebih meningkatkan dan mempertahankan dukungan kita,” tegasnya.

Stoltenberg juga menyambut baik keputusan pemerintah Jerman untuk meningkatkan belanja pertahanannya secara substansial dengan investasi pada jet tempur baru, helikopter, kapal, dan kapal selam.

Dia mengatakan angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr, memainkan peran penting dalam rencana pencegahan dan pertahanan NATO.

“Kita membutuhkan Bundeswehr yang kuat dan siap dengan kemampuan canggih di semua lini. Kita membutuhkan industri pertahanan yang kuat dan tangguh yang dapat memenuhi persyaratan, berdasarkan sinyal permintaan yang jelas dan berkelanjutan,” paparnya.

“Ini penting untuk keamanan Jerman. Ini penting untuk keamanan Eropa. Dan ini penting untuk keamanan global,” tambah sekjen tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia