Jumat, 15 Mei 2026

Gedung Putih Sebut Biden tak Berniat Bernegosiasi dengan Putin Soal Ukraina

Penulis : Fajar Widhiyanto
3 Des 2022 | 17:16 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara tentang situasi di Polandia setelah pertemuan dengan para pemimpin G7 dan Eropa di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali pada 16 November 2022. (FOTO: SAUL LOEB/AFP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara tentang situasi di Polandia setelah pertemuan dengan para pemimpin G7 dan Eropa di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali pada 16 November 2022. (FOTO: SAUL LOEB/AFP)

JAKARTA, Investor.id - Gedung Putih menyatakan Presiden AS Joe Biden saat ini "tidak berniat" untuk mengadakan negosiasi dengan Presiden Vladimir Putin seputar upaya mengakhiri perang di Ukraina. Pernyataan ini keluar sehari setelah Biden tampak akan membuat tawaran bersyarat untuk berbicara dengan mitranya dari Rusia.

"Kami tidak berada pada titik di mana pembicaraan tampaknya menjadi jalan yang bermanfaat untuk diajukan saat ini," kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan, Jumat seperti dikutip VOA.

Pada konferensi pers hari Kamis dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Biden sempat berkata bahwa pihaknya siap berdialog dengan Putin agar perang di Ukraina bisa diakhiri. "Saya siap berbicara dengan Putin jika memang ia berminat mencari cara untuk mengakhiri perang. Dia belum melakukan (menyatakan minta, red) itu," kata Biden.

Pernyataan dari Biden ini tampaknya merupakan tawaran diplomatik yang cukup berhati-hati dari Gedung Putih. Ketika ditanya tentang pernyataan Biden tersebut, Kirby menekankan bahwa Biden mengatakan Putin belum menunjukkan minat untuk berbicara.

ADVERTISEMENT

“Putin sama sekali tidak menunjukkan kecenderungan untuk tertarik pada dialog apa pun. Malah sebaliknya," kata Kirby.

"Presiden sama sekali tidak menunjukkan bahwa sekarang adalah waktunya untuk menggelar pembicaraan. Faktanya, dia telah konsisten bahwa hanya Presiden (Ukraina) Zelenskyy yang dapat menentukan apakah dan kapan akan ada upaya negosiasi penyelesaian perang, dan bagaimana kondisi seputar penyelesaian itu,” ujar Kirby.

Kremlin mengatakan pada hari Jumat (2/12/2022) bahwa Putin siap untuk bernegosiasi dengan Barat – asalkan Barat mengakui wilayah baru Rusia yang diakuisisi dari Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan, Kremlin mengatakan Barat harus menerima proklamasi Putin bahwa wilayah selatan Kherson dan tiga wilayah Ukraina yang sebagian diduduki saat ini merupakan milik Rusia, sebelum pembicaraan apa pun dapat dilakukan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, "Presiden Federasi Rusia selalu, sedang dan tetap terbuka untuk negosiasi untuk memastikan kepentingan kami."

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia