Jumat, 15 Mei 2026

Investor Asia Pasifik Pertimbangkan Risiko Ekonomi Jadi Sentimen Negatif Pasar

Penulis : Grace El Dora
8 Des 2022 | 08:41 WIB
BAGIKAN
Gedung Reserve Bank of Australia (RBA) di Sydney, Australia pada 6 September 2021. (FOTO: David Gray / Bloomberg / Getty Images)
Gedung Reserve Bank of Australia (RBA) di Sydney, Australia pada 6 September 2021. (FOTO: David Gray / Bloomberg / Getty Images)

TOKYO, investor.id – Saham Asia Pasifik dibuka mixed pada perdagangan Kamis (8/12), dengan kekhawatiran resesi membebani berlanjutnya sentimen negatif.

Nikkei 225 di Jepang turun 0,92% dan Topix turun 0,91%. Kospi Korea Selatan kehilangan 0,61%. Di Australia, S&P/ ASX 200 turun 0,8%.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,23%

Pasar Asia jatuh pada Rabu (7/12), karena pertanyaan atas perubahan sikap Tiongkok melebihi optimisme pembukaan kembali aktivitas ekonomi setelah pelonggaran aturan Covid-19.

ADVERTISEMENT

“Pelonggaran lebih lanjut dari pembatasan Covid telah diperhitungkan dalam beberapa minggu terakhir, sementara kecepatan penyesuaian terhadap pengaturan kebijakan menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan dari gelombang pertama infeksi dan tindakan penahanan yang sedang berlangsung,” jelas ekonom di National Australia Bank Taylor Nugent, menulis dalam sebuah catatan Kamis.

Saham Amerika Serikat (AS) juga jatuh semalam, dengan S&P 500 membukukan penurunan hari kelima berturut-turut.

Perekonomian Jepang Kontraksi

Perekonomian Jepang mengalami kontraksi kuartalan tahunan sebesar 0,8% pada kuartal III-2022. Proyeksi produk domestik bruto (PDB) yang direvisi mengalahkan ekspektasi, dalam survei Reuters untuk kontraksi 1,1%.

Perkiraan awal pertama pemerintah yang dirilis pada November adalah penurunan 1,2%.

Negara itu juga melaporkan defisit 64,1 miliar yen (US$ 469,3 juta) dalam neraca berjalan yang belum disesuaikan, menurut data pemerintah. Pembacaan secara signifikan meleset dari perkiraan surplus 623,4 miliar yen dalam jajak pendapat Reuters secara terpisah.

Surplus Perdagangan Australia di Atas Perkiraan

Surplus perdagangan Australia untuk Oktober mencapai A$ 12,2 miliar (US$ 8,19 miliar), sedikit lebih besar dari yang diharapkan, terlihat dari data resmi.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan A$ 12,1 miliar, mengharapkan penurunan lebih lanjut dari yang dilaporkan setelah ekonomi melihat surplus perdagangan A$ 12,4 miliar.

Ekspor turun 0,9%, dan impor turun 0,7%.

Saham AS Lebih Rendah

Saham ditutup sebagian besar lebih rendah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan S&P 500 tergelincir 0,19% menjadi ditutup pada 3.933,92.

Dow Jones Industrial Average ditutup datar, atau 1,58 poin lebih tinggi, untuk menyelesaikan sesi di 33.597,92. Nasdaq Composite turun 0,51% menjadi berakhir pada 10.958,55.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia