Israel Pernah Berencana Bom Aset AS dan Inggris di Mesir
JAKARTA, Investor.id - Sebuah dokumen mengungkap bahwa mendiang Kolonel Binyamin Gibli, kepala Intelijen Militer Israel yang bertugas antara Juni 1950 hingga Maret 1955 telah secara langsung diperintahkan oleh Menteri Pertahanan saat itu Pinhas Lavon, untuk membom sejumlah sasaran Amerika Serikat dan Inggris di Mesir pada tahun 1954.
Dikenal sebagai Operasi Susannah, Gibli memerintahkan sembilan agen rahasia Mesir-Yahudi yang merupakan anggota Unit 131, untuk membom sasaran Inggris dan AS di Mesir, demikian dilaporkan Arab48.com Jumat (9/12/2022).
Pengeboman dilakukan dengan tujuan mengubah AS dan Inggris melawan pemimpin revolusioner Mesir saat itu Gamal Abdul Nasser. Aksi tersebut juga diharapkan akan mendorong Inggris untuk membatalkan keputusannya menarik diri dari Terusan Suez, yang dinasionalisasi oleh Nasser.
Dalam biografinya yang telah dilarang, Gibli menulis bahwa Lavon tidak mengakuinya setelah operasi itu terungkap.
Menurut surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, dia menuduh Lavon: "Melemparnya ke anjing dan mengubahnya menjadi kambing hitam."
Operasi tersebut gagal karena pasukan keamanan Mesir mendetekasi keberadaan Unit 131 tersebut dan menangkap para anggotanya. Salah satu anggotanya disebutkan melakukan aksi bunuh diri di penjara, sementara dua lainnya dieksekusi, dan sisanya menghabiskan waktu cukup lama di penjara.
Otoritas Israel melakukan beberapa penyelidikan atas masalah tersebut, yang dikenal sebagai Lavon Affair, yang menghasilkan temuan kontradiktif, pengunduran diri, dan perpecahan politik. Kasusnya sendiri tidak pernah ditutup.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






