Pasar Asia Jatuh Setelah Fed Naikkan Suku Bunga 50 bps
TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik diperdagangkan lebih rendah setelah Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke level tertinggi dalam 15 tahun.
S&P/ ASX 200 turun 0,19%. Nikkei 225 di Jepang diperdagangkan sedikit lebih rendah, karena investor mencerna data perdagangan dari Jepang dan Korea Selatan.
Kospi Korea Selatan juga turun 0,44%.
Sejumlah data ekonomi juga diharapkan dari Tiongkok termasuk hasil industri, penjualan ritel, dan pengangguran, karena konferensi kebijakan ekonomi tahunan utama dijadwalkan berlangsung di negara tersebut. Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan tertutup akan berlangsung hingga Jumat (16/12), lapor Reuters.
Di Amerika Serikat (AS), S&P 500 menghentikan kenaikan beruntun dua hari setelah keputusan bank sentral. Rata-rata indeks utama mencapai posisi terendah sesi setelah Gubernur Fed Jerome Powell mengisyaratkan lebih banyak data diperlukan, sebelum bank sentral mengubah arah kebijakannya tentang inflasi secara signifikan.
Data perdagangan Jepang mengalahkan perkiraan, melaporkan defisit perdagangan yang lebih besar. Ekspor dan impor Jepang untuk November tumbuh lebih dari yang diharapkan secara tahunan, menurut data resmi.
Ekspor untuk bulan ini naik 20%, mengalahkan ekspektasi 19,8% dalam survei Reuters. Impor naik 30,3%, juga lebih tinggi dari ekspektasi 27% dalam jajak pendapat Reuters.
Hal ini menghasilkan defisit perdagangan yang lebih besar dari perkiraan sebesar 2,02 triliun yen (US$ 14,91 miliar) setelah membukukan 2,16 triliun yen (US$ 15,96 miliar) pada bulan sebelumnya.
Tingkat Pengangguran Australia Sesuai Ekspektasi
Tingkat pengangguran Australia untuk November tetap di 3,5% secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi dari jajak pendapat Reuters dan datar dari bulan sebelumnya.
Data resmi dari Biro Statistik Australia menunjukkan tingkat partisipasi tenaga kerja juga tetap di 66,7%, sementara rasio pekerjaan terhadap populasi tetap di 64,4%.
Jam kerja bulanan meningkat menjadi 1,89 miliar.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


